Tuesday, July 8, 2014

HOMEMADE CHOCOLATE POPSICLES (CHOCOLATE ICE CREAM POPS)




Posting yang segar-segar lagi aahhh... Di Korea sedang summer, tentunya ice cream, bingsu (es serut khas Korea), ice coffee, ice soda dan berbagai yang segar-segar lainnya seliweran dimana-mana. Godaan mata untuk Muslim yang sedang menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan yang bertepatan dengan summer ini, hehehee... Tapi tetap semangat donk puasanya ^_^

Sebenarnya sudah sering membuat ice cream pops atau popsicle ini, mulai dari hanya cuma membekukan juice buah saja, atau membekukan yogurt dan susu coklat saja, yang penting dicetaknya di cetakan popsicles, jadi deh ^^ . Tapi paling suka membuat chocolate ice cream pops ini, karena ketika digigit lembut dan lumer di mulut. Seperti layaknya ice cream pops yang dibeli di toko.

Ide awal resep yang saya buat untuk ice cream pops ini teringat seorang teman ibu saya yang dulu berjualan es mambo berbagai varian, beliau jika membuat adonan ice mambonya selalu adonannya dimasak dan kemudian sedikit dikentalkan dengan maizena. Kata beliau tujuannya agar hasil ice mambonya empuk saat digigit dan es mambonya tidak keras seperti es batu. Kalau tidak salah, beliau hanya membuat pengecualian untuk es mambo yang jenis es teh. Saya sendiri tentunya tidak pernah tau resep beliau seperti apa persisnya dulu.

Ini resep yang saya buat, cukup sederhana caranya dan bahan-bahannya pun mudah didapat. Ice cream yang dihasilkan kokoh untuk dijadikan ice cream pops menggunakan stick, tetapi tetap lembut dan empuk saat digigit dan lumer di mulut. Stick ice cream-nya juga bisa diganti menggunakan ice cream stick yang dari kayu, bisa dibeli di toko bahan kue atau perkakas rumah tangga. Bila menggunakan ice cream stick dari kayu, biarkan adonan ice cream sedikit membeku dahulu (setelah disimpan di freezer sekitar 1 jam) baru ditusukkan stick kayunya dan lanjutkan proses pembekuan.




CHOCOLATE POPSICLES (CHOCOLATE ICE CREAM POPS)
Oleh: Ricke Indriani

Bahan:
750 ml susu cair
150 gram gula pasir
25 gram coklat bubuk (cocoa powder)
75 gram dark chocolate, cincang kecil-kecil
20 gram maizena
1 sdt vanilla

Cara membuat:
1. Lelehkan dark chocolate yang telah dicincang dengan cara di-tim di atas air panas. Aduk hingga licin. Sisihkan.
2. Larutkan maizena dengan 50 ml susu cair (diambil dari 750 ml susu cair dalam resep). Aduk rata. Sisihkan.
3. Campur susu cair, gula pasir dan coklat bubuk. Aduk rata. Panaskan di atas api kecil sambil diaduk-aduk sampai gula dan coklat bubuk larut. Angkat dan saring.
4. Masukkan dark chocolate leleh ke dalam larutan susu coklat tadi. Aduk rata. Panaskan kembali di atas api kecil, masukkan larutan maizena. Masak sambil diaduk-aduk hingga mengental dan mendidih. Masukkan vanilla, aduk rata. Angkat dan biarkan sejenak.
5. Siapkan cetakan popsicles, isi dengan adonan ice cream dan pasang bagian stick-nya (bawaan dari cetakan). Bila menggunakan ice cream stick kayu, masukkan dahulu ke dalam freezer sampai sedikit membeku (sekitar 1 jam) baru tusukkan stick kayu dan lanjutkan proses pembekuan.
6. Bekukan ice cream selama minimal 5-6 jam (tergantung kondisi suhu freezer kulkas masing-masing). Ice cream pops siap dinikmati.
7. Untuk mengeluarkan ice cream dari cetakan, rendam cetakan dalam wadah/baskom berisi air hangat. Biarkan beberapa saat saja, kemudian cabut ice cream dengan menarik stick-nya. Ice cream yang telah dicabut semua dari cetakan bisa diletakkan dalam wadah tertutup (atau di zipper bag) dan kembali disimpan di freezer. Jadi saat akan menyantapnya tidak perlu repot mencabutnya dari cetakan.




Untuk lapisan chocolate shell-nya, saya menggunakan white chocolate (biar kontras saja gitu). Coklatnya saya lelehkan dengan cara di-tim dengan ditambah sedikit minyak sayur (vegetable oil). Setelah leleh masukkan ke dalam gelas dan biarkan sampai agak hangat (jangan celupkan ice cream dalam keadaan coklat masih panas). Setelah ice cream beku kemudian dicelupkan ke coklat leleh, bisa diberi tambahan topping sesuai selera (kacang tanah cincang, almond, sprinkle sugar, dll). Bisa juga ice cream popsnya dibiarkan polos saja tanpa balutan apa-apa lagi, sudah enak kok ^^





Note:
- Untuk mengeluarkan ice cream dari cetakan, rendam cetakan dalam wadah/baskom berisi air hangat. Biarkan beberapa saat saja, kemudian cabut ice cream dengan menarik stick-nya. Ice cream yang telah dicabut semua dari cetakan bisa diletakkan dalam wadah tertutup (atau di zipper bag) dan kembali disimpan di freezer. Jadi saat akan menyantapnya tidak perlu repot mencabutnya dari cetakan.
- Untuk membuat chocolate popsicles dengan sensasi mint, saya biasanya menambahkan daun mint segar yang saya blender halus dengan sedikit susu cair. Kemudian ditambahkan ketika adonan sudah dimasak hingga mengetal dan akan diangkat. Aduk rata.

Selamat mencoba ^_^

Thursday, June 26, 2014

PATBINGSU (팥 빙수) a.k.a ES SERUT KACANG MERAH KHAS KOREA




Summer di Korea = Bingsu!

Bingsu (빙수) artinya es serut. Di Korea kalau sedang summer alias musim panas pasti akan banyak aneka bingsu yang dijual dimana-mana. Mulai dari kedai biasa, cake shop and bakery, cafe, food court, sampai restaurant cepat saji akan menyediakan aneka bingsu dalam menu saat musim panas tiba.

Bingsu ini diberi isi dan topping beraneka ragam. Salah satu yang paling terkenal adalah Patbingsu atau es serut kacang merah (Pat/팥 = red bean/kacang merah). Patbingsu adalah salah satu dessert khas Korea, dijual dari mulai yang original/tradisional yang hanya diberi isi kacang merah saja dan biasanya ditambah beberapa buah tteok (rice cake/kue beras), sampai dengan tambahan topping aneka buah-buahan segar atau buah kaleng, aneka berry, kacang-kacangan, sereal seperti cornflakes, aneka ice cream, yogurt, dll. Varian bingsu yang lain selain Patbingsu misalnya ada juga Gwailbingsu (es serut buah), Nokchabingsu (es serut green tea), Coffeebingsu (es serut kopi), dan masih banyak lagi bingsu-bingu yang lain.

Di Indonesia juga ada es kacang merah, tapi kacang merah yang digunakan jenisnya berbeda. Kalau di Indonesia menggunakan kacang merah atau kacang jogo dengan biji lebih besar dan pipih, dalam bahasa Inggris disebut Kidney bean dan dalam bahasa Korea kalau tidak salah disebut Gangnangkong (강낭콩)? Di Indonesia es kacang merah biasanya disajikan dengan kuah santan dan air gula/air gula merah, sangat khas tradisional Indonesia. Sedangkan kacang merah yang digunakan dalam Patbingsu ini adalah jenis Azuki bean atau Red bean dengan biji lebih kecil dan bulat, dalam bahasa korea disebut Pat/Jeokdu (팥/적두) . Tetapi bila teman-teman di Indonesia kesulitan untuk mendapatkan kacang merah jenis azuki bean, bisa menggantinya dengan kacang merah jogo, tentu nanti citarasa yang dihasilkan akan berbeda ya :)


(Red bean/azuki bean/pat/jeokdu)


Saya mencoba untuk membuat Patbingsu homemade. Awalnya mau menggunakan potongan buah segar, tapi di rumah sedang tidak punya buah apapun selain cherry merah. Akhirnya pakai buah kalengan yang ada di rumah saja (saya lihat banyak juga kedai/restaurant yang menggunakan buah kalengan tropikal untuk isi bingsu). Selain homemade pasta kacang merah, saya juga membuat homemade tteok (rice cake/kue beras) untuk tambahan toppingnya karena punya stok chapssalkaru (tepung ketan) di rumah. Saya tidak punya alat serut es atau ice shaver machine, jadi es batunya saya blender sampai halus saja. Alhamdulillah jadi juga makan homemade Patbingsu kemarin. Patbingsu ini juga cocok untuk sajian berbuka puasa nanti tentunya.

Bulan Ramadhan di Korea bertepatan dengan musim panas dan akan melewati puncak musim panas di bulan Juli nanti, jadi Patbingsu ini tentu saja bisa menjadi salah satu sajian untuk berbuka puasa yang menyegarkan, dingin dan manis. Sluurrrppp… Resep ini saya pelajari cara pembuatan isi kacang merah (sweet red bean) dari website Maangchi, tetapi takaran bahannya saya pakai sesuai selera saya. Sedangkan untuk bingsu tteok-nya pembuatannya saya buat sama dengan membuat candil, tetapi digilas dan dibentuk kotak. Yuk, dicoba membuatnya ^_^






Patbingsu (Es Serut Kacang Merah khas Korea)
Oleh: Ricke Indriani

Bahan isi kacang merah:
200 gram red bean jenis azuki bean
1000 ml air
150 gram gula pasir
½ sdt garam
1 sdt vanilla

Bahan bingsu tteok (rice cake/kue beras untuk bingsu):
100 gram tepung ketan
80 ml air panas/mendidih (sesuaikan dengan kondisi adonan)
¼ sdt garam
1 sdm gula halus
Air untuk merebus
Ekstra tepung ketan untuk taburan
Gula halus untuk taburan

Es serut
Aneka buah segar potong/buah kalengan (saya membuatnya dengan buah kalengan karena sedang tidak ada stok buah segar di rumah)
Susu kental manis
Almond slice sangrai/corn flakes, dll sesuai selera


(Isi kacang merah yang sudah matang, lembut dan empuk tetapi masih ada sebagian butiran kacangnya)

Cara membuat:
Isi kacang merah:
Cuci bersih kacang merah (azuki bean), masukkan ke panci dan rebus dengan 1 liter air dengan api sedang sampai mendidih. Tutup panci dan kecilkan api, rebus hingga kacang empuk dan mudah hancur bila ditekan. Masak sampai airnya berkurang tetapi jangan sampai air habis meresap semua (seperti bubur kacang dengan kuah sedikit). Masukkan gula pasir dan garam. Masak kembali sambil diaduk-aduk hingga mengental. Tambahkan vanilla. Dinginkan dan simpan dalam lemari es.




(Tteok/kue beras untuk topping bingsu)

Bingsu tteok (rice cake/kue beras untuk bingsu):
Campur tepung ketan, garam dan gula halus dalam wadah. Tuangi air panas/mendidih sedikir demi sedikit sambil diaduk dengan sendok jika sudah agak hangat. Aduk dengan tangan sampai kalis/tidak lengket. Bila adonan masih kering tambahkan air sedikit, jika terlalu lembek tambahkan tepung ketan sedikit.
Gilas adonan dengan rolling pin di atas permukaan yang ditaburi tepung ketan, potong-potong seukuran kira-kira 1x1 cm. Rebus dalam air mendidih sampai mengapung. Angkat dan rendam dalam air biasa sampai dingin. Tiriskan dan gulingkan di tepung ketan yang dicampur sedikit gula halus agar tidak lengket. Sisihkan.


Cara penyajian:
Siapkan mangkuk, beri es serut dan susu kental manis sesuai selera manisnya. Tambahkan potongan buah. Beri isi kacang merah di atasnya. Beri tambahan tteok, almond slice sangrai, corn flakes, dll sesuai selera. Patbingsu siap dinikmati.

(Taruh es serut dalam mangkuk)


(Beri susu kental manis sesuai selera manisnya)


(Beri potongan buah segar atau buah kalengan sesuai selera)


(Beri kacang merah)


(Patbingsu siap disantap!)

Selamat mencoba dan selamat menunaikan ibadah shaum Ramadhan 2014/1435 H ^_^

Tuesday, June 10, 2014

SPRING, IT'S TIME FOR DANDELION! : DANDELION SORBET



Sudah lama tidak update blog ini, huffff... tiup-tiup debu yang hinggap karena lama tidak disinggahi oleh tuan rumah, hehee... Baking dan cooking tetap jalan, memotret pun masih, tapi harus cari waktu untuk menulis postingan di blog. Bukan sok sibuk ya, tapi alhamdulillah ada saja kegiatan yang dikerjakan baik sendiri, bersama keluarga, maupun teman ^_^

Okay, kali ini saya akan posting tentang Dandelion. Sebuah cerita sederhana yang akan menjadi bagian dari penggalan kisah kehidupan kami di perantauan. Menemukan pengalaman baru yang menyenangkan sekaligus memberikan manfaat. Dan sebenarnya ini postingan telat, karena sekarang sudah menjelang musim panas dan suhu sudah mulai naik. Kegiatan berburu si bunga kuning ini kami lakukan di pertengahan musim semi, itu pun agak telat dan bunganya dapat tidak terlalu banyak. Si kuning ini sudah banyak yang berubah menjadi seedball, tentu Nadhifa yang senang karena dia bisa sepuasnya meniup Dandelion seedball ini. Iya, Nadhifa hobby sekali meniup Dandelion seedball, entah di jalan, di taman, dimana saja kalau lihat ada Dandelion seedball pasti minta dipetik dan ditiup. Sudah dari sejak awal musim semi berniat untuk berburu si bunga kuning ini saat pertengahan musim semi, tapi ada saja hal yang membuat kami urung melakukannya (hujan, ada acara atau kegiatan lain, dll). Saat awal musim semi, Dandelion ini baru tumbuh daun-daun mudanya setelah musim dingin yang membeku di Korea, saya sempat berburu daun mudanya untuk diolah menjadi masakan. Iya, Dandelion memang termasuk tanaman herbal yang mulai dari akar, daun sampai bunganya edible alias bisa dikonsumsi dan menurut penelitian banyak mengandung zat-zat aktif yang baik untuk kesehatan tubuh.





Dandelion (taraxacum officinale) adalah tanaman liar yang banyak tumbuh di lahan-lahan terbuka yang cukup terkena cahaya matahari dan bersanding dengan rerumputan. Dandelion dalam bahasa Korea disebut Mindeulle (민들레), memiliki bunga berwarna kuning hingga agak oranye, daunnya berbentuk seperti gigi-gigi taring yang runcing dan nama Dandelion sendiri katanya berasal dari bahasa Perancis 'Dente de Lyon' (gigi singa) dikarenakan bentuk daunnya yang menyerupai jejeran taring seperti gigi singa.

Jika sudah menua, bunga dandelion akan berubah menjadi 'seed ball' atau 'blow ball' yang menyerupai bola dengan benang-benang halus yang mudah terbang tertiup angin. Seed ball atau blow ball ini yang disukai oleh Nadhifa karena dia bisa meniupnya lalu berterbanganlah benang-benang halus yang membawa biji dandelion. Biji-biji yang terbang tertiup angin itu kemudian pada akhirnya akan jatuh kembali ke tanah dan nanti akan tumbuh kembali menjadi tanaman Dandelion baru. Banyak juga orang yang tidak menyukai kehadiran Dandelion ini di halaman atau kebun mereka dan akan langsung membabatnya.

Saya sendiri baru tahu, jika tanaman Dandelion ini termasuk tanaman liar yang edible atau bisa dikonsumsi. Tidak tanggung-tanggung, ternyata mulai dari akarnya (akarnya seperti ada bagian berumbi kecil memanjang), daunnya, hingga bunganya semuanya bisa dimanfaatkan. Selain edible, Dandelion juga memiliki khasiat herbal (medicinal properties) baik akar, daun, maupun bunganya serta kaya nutrisi. Di antara khasiat yang informasinya diperoleh dari berbagai sumber adalah sebagai antioksidan, pereda penyakit pencernaan, detoksifikasi racun dalam tubuh, bersifat diuretik, membantu menurunkan tekanan darah dan kolesterol, menurunkan kadar gula darah, meningkatkan sistem imun tubuh, anti inflamasi, dan masih banyak lagi. Saat mencari bunga ini, hampir selalu kami 'bersaing' dengan lebah-lebah kecil yang hinggap pada bunga Dandelion untuk menghisap nektar bunga sebagai sumber madu. Iya, lebah madu memang sangat menyukai si kuning ini. Subhanallah Allah Yang Maha Menciptakan segala sesuatu.

Daun Dandelion muda biasanya dibuat salad baik mentah maupun direbus terlebih dahulu, rasanya agak pahit memang seperti daun pepaya tapi lebih 'mild', sebaiknya memetik daun Dandelion pada saat awal musim semi dimana daunnya baru saja tumbuh karena rasa pahitnya lebih mild dibanding saat sudah masuk musim panas. Bunganya bisa dibuat aneka olahan dari mulai Dandelion fritters (Dandelion goreng tepung), Dandelion jelly, Dandelion jam (selai Dandelion), Dandelion syrup, Dandelion lemonade, Dandelion tea, Dandelion sorbet, dll. Sedangkan akarnya menurut beberapa sumber bisa dijadikan minuman herbal. Saya sendiri baru pernah mengkonsumsi daun dan bunganya saja. Petiklah Dandelion yang berada di tempat yang tidak terpapar pestisida dan polusi. Petik daunnya pada saat awal musim semi dimana Dandelion baru saja tumbuh.








Hasil buruan Dandelion kami tidak terlalu banyak tapi alhamdulillah cukup untuk diolah menjadi sesuatu. Karena cuaca sudah mulai menghangat, rasanya saya ingin mencoba membuat sesuatu yang segar dari si kuning ini dan akhirnya pilihan jatuh ke Dandelion sorbet. Sorbet adalah semacam ice cream tetapi dibuat dengan tidak mengandung unsur dairy atau susu, biasanya dibuat dari sari buah/juice atau puree buah. Tadinya Nadhifa ingin Dandelionnya ada yang dibuat menjadi Dandelion fritters alias Dandelion goreng tepung karena dia pernah melihat di sebuah blog ada Dandelion fritters. Tapi hasil Dandelion-nya hanya cukup untuk membuat satu macam olahan saja. Resep Dandelion sorbet saya adaptasi dari blog ini. Thanks for sharing.







DANDELION SORBET

Bahan:
Bunga Dandelion (saya pakai sejumlah yang saya dapat, 3 jar)
Gula pasir 200 gram
Air 750 gram
Air jeruk lemon 3 sendok makan (saya pakai air jeruk sunkist karena itu yang sedang ada di rumah)
Nangka kalengan, dipotong kecil-kecil (optional, iseng saya masukkan, hehee...)

Cara membuat:
1. Setelah selesai memetik Dandelion, sebaiknya langsung diolah untuk mendapatkan kandungan yang masih fresh. Cuci bunga Dandelion di air mengalir, lalu buang bagian batang dan bagian daun kelopak bunga yang berwarna hijau. Ambil bagian mahkota bunga yang berwarna kuning saja.
2. campur air dan gula pasir. Masak di atas api hingga mendidih dan gula larut. Matikan api. Panas-panas langsung masukkan bunga Dandelion. Dan diamkan di dalam kulkas selama minimal 1 jam (saya diamkan selama sekitar 3 jam), ini bertujuan untuk mengeluarkan sari-sari dan mengekstrak zat-zat yang ada dalam bunga.
3. Saring syrup Dandelion. Masukkan ke dalam wadah dan tutup rapat. Simpan dalam freezer sampai setengah membeku (sudah beku tapi belum terlalu keras). Keluarkan, keruk-keruk dengan sendok. Lalu haluskan dengan blender. Masukkan nangka (atau buah lain bila pakai) atau biarkan tanpa diberi tambahan. Aduk rata. Masukkan kembali ke dalam wadah dan tutup rapat. Simpan kembali di dalam freezer hingga membeku.
4. Bila sudah membeku sekali/mengeras, saat akan disajikan bisa didiamkan dahulu di suhu ruang atau kulkas bawah (chiller) agar lebih mudah di-scoop.








Hasil syrup yang dihasilkan maupun sorbet menurut lidah saya sebenarnya tidak ada rasa yang terlalu mencolok atau khas, tetapi ada citarasa atau aroma samar seperti citarasa madu. Memang bunga Dandelion ini seringkali diolah menjadi teh, syrup, jelly, selai/jam, lemonade, sorbet, dll adalah untuk memperoleh khasiat dari zat-zat yang dikandungnya dengan rasa yang enak dan bersahabat. Sedangkan daun dan akarnya yang juga mempunyai khasiat herbal rasanya agak pahit.







"Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?" (QS. Al An'am: 95)

Friday, April 11, 2014

TAHU ACI KHAS TEGAL



Tahu aci ini adalah salah satu makanan khas Tegal, Jawa Tengah, masih saudaraan sama cireng deh ya, soalnya sama-sama judulnya aci yang digoreng, bedanya tahu aci pakai tahu. Adonan acinya juga berbeda dengan cireng, kalau cireng adonannya lebih kering dan mudah dibentuk, sedangkan tahu aci adonannya lebih lembek dan mudah disendoki. Selain tahu aci, di Tegal juga ada yang namanya tahu pletok, mirip dengan tahu aci ini tapi teksturnya lebih renyah. Pada tahu pletok, tahu dibelah tipis lalu dibentangkan, kemudian adonan acinya ditempelkan di salah satu sisi permukaan tahunya dan digoreng.

Aslinya tahu aci ini menggunakan tahu kuning ukuran satuan kecil yang dibelah melintang diagonal jadi bentuk segitiga, lalu ditempeli adonan aci dan digoreng. Tapi yang saya bikin ini menggunakan tahu kulit karena yang lagi ada stok di rumah itu, ada tahu putih cuma 1 bungkus (yang ukuran besar standar) dan tidak cukup untuk dipakai seluruh adonan. Jadi tahu putihnya saya pakai untuk campuran adonan saja, sedangkan untuk menempelkan adonan acinya saya pakai tahu kulit. Terinspirasi juga dari Mba Citra di Kumamoto, Jepang yang membuat tahu aci ini memakai tahu kulit juga. Hasilnya tahunya jadi lebih renyah. Terima kasih inspirasinya ya Mba :)

Buat penggemar gorengan dari aci seperti saya, makan tahu ini gak kerasa bisa habis banyak, hehehe... cocol terus pokoknya :D . Tahu aci ini bisa disajikan dengan cabai rawit atau sambal kecap untuk cocolan. Next time mau bikin lagi pakai tahu putih yang biasa saya pakai untuk bikin siomay dan batagor disini. Tahu aci ini lebih enak dinikmati fresh selagi masih hangat karena teksturnya masih ada renyahnya, setelah dingin memang jadi tidak serenyah saat masih fresh tapi tenang saja acinya (cirengnya) tidak menjadi keras walau sudah dingin lho, tetap kenyal dan empuk digigitnya ^_^

Yang mau mencoba untuk membuatnya, berikut resepnya ya... Inshaa Allah mudah untuk dipraktekkan dan yang terpenting tahu aci ini saat digoreng tidak perlu takut akan meletus atau loncat dari penggorengan kok, hehehee...







TAHU ACI KHAS TEGAL

15-20 buah tahu kuning ukuran kecil satuan, dibelah melintang diagonal membentuk segitiga (hasil jadi 30-40 buah) ~ saya pakai tahu kulit
*bila tahunya tawar, bisa diberi sedikit garam dan merica bubuk lalu diamkan sebentar agar meresap, siap dipakai
2 buah tahu kuning/putih kecil ukuran kecil, haluskan ~ saya pakai setengah bagian tahu putih ukuran besar standar
150 gram aci/tapioka/sagu tani
50 gram terigu protein sedang/all purpose
5 siung bawang putih, haluskan
1,5 sdt garam (kalau suka lebih asin bisa pakai 2 sdt)
1 sdt merica bubuk
1 sdt gula pasir
50 ml air
4 batang daun bawang kecil atau daun kucai, iris halus
Minyak goreng yang banyak untuk menggoreng

Cara membuat:
1. Campur tahu kuning/putih yang dihaluskan, tepung aci/tapioka/sagu tani dan terigu. Aduk hingga tercampur rata. Sisihkan.
2. Campur air, bawang putih halus, garam, merica bubuk dan gula pasir. Panaskan di atas kompor hingga mendidih pertama kali.
3. Tuang campuran air mendidih ini ke campuran tahu dan tepung tadi. Aduk rata dengan sendok hingga membentuk adonan yang lembek. Adonan bertekstur lembek dan mudah disendokkan, tapi tidak terlalu cair/runny dan juga tidak kering seperti adonan cireng. Bila dirasa masih terlalu kering, bisa ditambahkan air sedikit demi sedikit karena kelembekan adonan juga tergantung kadar air dari tahu yang dipakai.
4. Tambahkan daun bawang atau daun kucai, aduk rata.
5. Tempelkan adonan aci pada tahu yang telah disiapkan. Lakukan hingga adonan habis.
6. Panaskan minyak goreng yang banyak dengan api sedang, goreng tahu aci hingga matang dan kecoklatan. Angkat dan sajikan dengan cabai rawit atau sambal kecap.

Sambal kecap:
5 sdm kecap manis
1 sdm saus sambal
1 siung bawang putih, haluskan/parut
Cabai rawit merah sesuai selera pedasnya, diiris dan digerus kasar dengan sendok agar keluar pedasnya
3 buah bawang merah, dipotong-potong
Sedikit perasan air jeruk nipis atau cuka makan
Bila terlalu kental bisa ditambahkan 1 sdm air matang
---> Campur semua bahan jadi satu dan siap menjadi sambal cocolan tahu aci






Tahu aci ini juga bisa disajikan dengan saus sambal kacang, jadinya batagor aci deh. Tahu acinya bedol desa dari Jawa Tengah ke Jawa Barat donk soalnya jadi batagor, hehee... Enak juga lho. Selamat mencoba! ^_^

Thursday, February 27, 2014

NASTAR ISI COKELAT



Bismillah... mulai mengisi blog kembali setelah vakum tidak update blog cukup lama ya kayaknya ^^ , selain karena kesibukan lain juga karena anakku Nadhifa sedang liburan pergantian tahun ajaran baru sekolah jadi full ada di rumah. Kalau putriku ini sedang ada di rumah terus terang saya jadi agak kurang leluasa berlama-lama di depan laptop karena Nadhifa merasa dicuekin oleh bundanya, hehehee... Baru duduk sebentar sudah dibilang "Bunda sini temenin Dhifa menggambar aja.", hihihiii...

Nastar isi cokelat ini sebenarnya orderan dari seorang teman disini, beliau pesan 2 macam nastar yaitu nastar original isi selai nanas dan nastar isi cokelat. Sebetulnya saya disini sedang tidak mengerjakan pesanan kue kering, alasannya adalah karena oven saya yang kapasitasnya kecil bikin punggung encok pegel linu kalau mengerjakan kue kering apalagi kalau dalam jumlah banyak, hihihiii... Tapi karena pesanan teman saya ini sudah dari jauh hari dan sempat tertunda juga karena saya kurang fit jadi tetap saya kerjakan, plus pesannya juga tidak terlalu banyak jadi okeee saya kerjakan ;)

Kulit nastarnya sama saja seperti resep kulit nastar original, hanya isiannya diganti cokelat yang berbentuk pasta, bagian permukaannya diberi motif coret dengan dark chocolate leleh. Dulu sekali saya pernah melihat teman saya Mba Nien Ieng posting nastar isi cokelat, sempat ingin mencobanya tapi belum kesampaian juga karena selama ini hanya mengerjakan pesanan nastar original dan nastar keju saja, hehehee... Bahan-bahan isian nastarnya saya lihat dari Mba Nien tapi komposisinya saya pakai takaran sendiri sesuai selera saya. Terima kasih atas inspirasinya ya Mba Nien ^_^

Resep kulit nastar bisa menggunakan resep andalan masing-masing yang mana saja ya, tapi saya sertakan juga pada resep di bawah ini, silahkan jika mau mencobanya dan semoga berhasil.



NASTAR ISI COKELAT
by Ricke Indriani

Bahan kulit:
250 gram butter+margarin (saya pakai 1:1)
3 butir kuning telur (ukuran besar)
60 gram gula bubuk
1/2 sdt vanilla
25 gram susu bubuk
370 gram terigu protein sedang/all purpose flour (masukkan sesuai kebutuhan adonan)

Bahan olesan:
2 kuning telur dan 1 sdt susu cair (untuk mengencerkan agar lebih merata saat dioles), diaduk rata

Bahan topping:
Dark cooking chocolate, lelehkan. Masukkan ke piping bag/plastik segitiga.

Bahan isi cokelat:
100 gram terigu protein sedang, ayak
20 gram cokelat bubuk
90 gram gula pasir
35 gram butter/margarin
35 gram air matang
75 gram dark cooking chocolate, dicincang

Cara membuat:
Isi:
1. Campur dan ayak terigu dan cokelat bubuk. Sisihkan.
2. Campur gula pasir, butter/margarin dan air. Panaskan dengan api kecil sambil diaduk-aduk hingga mendidih dan gula larut.
3. Masukkan dark cooking chocolate cincang dan aduk-aduk hingga seluruh cokelat meleleh dan tercampur rata. Matikan api.
4. Masukkan campuran terigu dan cokelat bubuk. Aduk rata dengan sendok kayu. Nyalakan kembali api kecil, aduk-aduk hingga membentuk adonan pasta yang licin dan kalis. Angkat. Biarkan hingga agak hangat.
5. Pulung adonan isi dan bentuk bulatan yang disesuaikan dengan besar kecilnya ukuran nastar. Sisihkan.

Kulit:
1. Campur butter+margarin, gula bubuk dan vanilla. Kocok menggunakan kecepatan rendah hingga lembut, tidak perlu sampai mengembang.
2. Masukkan kunig telur, kocok sebentar asal rata. Matikan mixer.
3. Masukkan susu bubuk, aduk rata dengan sendok kayu.
4. Masukkan terigu secara bertahap sambil diaduk rata dengan sendok kayu. Sesuaikan jumlah terigu dengan kondisi adonan. Jika adonan sudah cukup teksturnya dan bisa dipulung (sudah tidak lengket tapi masih lembut dan tidak kering) dan terigu masih bersisa, hentikan penambahan tepung, adonan jangan terlalu kering.
5. Panaskan oven sengan suhu rendah (saya pakai 130-140'C).
6. Pulung adonan secukupnya, beri isi kemudian bulatkan. Tata di loyang (saya tidak mengoles loyang dengan margarin/butter).
7. Panggang dalam oven selama 15-20 menit. Keluarkan dari oven, poles dengan bahan olesan. Panggang kembali 15-20 menit hingga matang dan permukaan kuning keemasan. Angkat dan dinginkan.
8. Beri topping coretan dark chocolate leleh. Biarkan topping mengeras. Simpan nastar dalam wadah kedap udara.




Tips:
- Kocok butter dan margarin sampai lembut saja, tidak perlu sampai mengembang karena akan membuat nastar menjadi 'ceper, melebar saat dipanggang.
- Penambahan terigu bisa disesuaikan dengan kondisi adonan. Jika adonan sudah cukup teksturnya dan bisa dipulung (sudah tidak lengket bila disentuh jari tapi masih lembut dan tidak kering) dan terigu masih bersisa, hentikan penambahan tepung, adonan jangan terlalu kering.
- Bila suhu ruangan cukup hangat/gerah, ambil adonan secukupnya untuk dibentuk (misal setengahnya) dan sisanya dibungkus plasik wrap simpan dalam lemari es agar butter dalam adonan tidak mencair yang menyebabkan adonan menjadi keras.
- Resep kulit nastar bisa memakai resep andalan masing-masing sesuai selera ya, yang penting isinya cokelat kan namanya juga nastar isi cokelat, hehee...

Selamat mencoba and good luck! ^_^

Friday, January 3, 2014

APPLE PIE






Mengisi blog lagiiii... ^^ . Nadhifa sedang liburan winter/musim dingin jadi gak sekolah selama 2 minggu ini, Bundanya jadi tidak punya banyak waktu untuk berlama-lama menulis dan mengetik di depan laptop plus sambil mengerjakan pesanan-pesanan juga di sela-sela aktifitas. Postingan ini pun seperti biasanya, late post alias postingan telat mendekati basi, hihihihhh... :p

Apple pie ini dibikinnya sudah beberapa bulan yang lalu, saat autumn/musim gugur dimana Korea sedang panen raya apel jadi harga apel murah. Yang mini saya buat bulan September dan yang loyang ukuran 18 cm saya buat bulan Oktober. Kalau beli apel sebenarnya suka tidak tahan lama, karena si nenk Nadhifa dan Abinya suka sekali makan apel. Kalau mau dibuat kue ya harus diniatin dan disisihkan dulu biar tidak kehabisan. Untuk apple pie ini sebaiknya gunakan apel yang bertekstur renyah dan rasanya sedikit asam agar lebih segar, misalnya apel malang atau granny smith. Saya menggunakan apel Korea yang mirip dengan apel malang, hanya saja apel malang wanginya lebih semriwing ^^

Apple pie ini sebenarnya banyak versi, ada yang versi American, Dutch (Belanda), French (Perancis), dsb. Bentuknya ada yang mini, dalam loyang besar. Ada juga yang menggunakan kulit puff pastry lalu dibentuk segitiga/halfmoon/persegi (biasa disebut apple turnover). Dutch apple pie biasanya bagian atasnya diberi taburan crumble/streusel, sedangkan French apple pie menggunakan 2 lapisan apel untuk filling dan irisan apel yang ditata untuk topping atas. Yang saya buat kali ini (sepertinya) versi American ya, hmmmm... apapun yang penting enak lah ya, hehee... Kali ini bagian atasnya saya bentuk dengan lattice (anyaman). Biasanya untuk pesanan apple pie mini saya lebih memilih untuk dibentuk 'cross' saja supaya lebih cepat pengerjaannya atau langsung ditutup dengan adonan yang sudah digilas kemudian diberi keratan untuk lubang keluar uap panas dari fillingnya. Dikreasikan saja ya sesuai keinginan, kalau ditutup langsung dengan adonan pastikan dibuat lubang atau keratan agar uap panas dari filling selama dioven bisa keluar.

Dulu saya sudah pernah posting apple pie di blog ini, tapi sudah lama sekali tidak pernah posting update-nya. Teman-teman bisa memakai resep pie crust apa saja tinggal diberi filling apel-nya. Saya menggunakan resep pie crust yang sama dengan crust untuk pie lainnya (seperti susu/egg tart dan fruit pie). Satu resep di bawah ini bisa menghasilkan kurang lebih 2 loyang ukuran 18 cm atau dibuat pie mini dengan jumlah tergantung ukuran cetakan pie mini yang digunakan. Bagi yang mau mencoba membuat sendiri di rumah, here's the recipe :)





APPLE PIE
by Ricke Indriani

Bahan Pie Crust:
500 gram terigu protein sedang
300 gram margarin/butter, dingin
3 kuning telur
2 sdm gula halus
½ sdt garam
1 sdt vanilla

Bahan isi:
6 buah apel malang/granny smith (sebaiknya pilih apel bertekstur renyah dengan rasa asam manis)
1 sdm air jeruk lemon
100 gram gula pasir
2 sdm gula aren bubuk/gula merah yang diiris halus
¼ sdt garam
2 sdt kayu manis bubuk (peres)
2 sdm maizena
50 gram margarin
50 gram kismis, rendam air panas, tiriskan dan cincang kasar (optional)

Olesan:
2 kuning telur, kocok lepas


(Apel yang saya gunakan, mirip apel malang)

(Mini apple pie sebelum dipanggang)


Cara membuat:
1. Isi: Kupas apel, buang bagian bijinya dan potong-potong dadu kecil kemudian tempatkan dalam wadah. Beri air jeruk lemon, aduk rata. Masukkan gula pasir, gula aren bubuk/gula merah, garam dan kayu manis bubuk. Aduk rata. Simpan dalam lemari es selama 30 menit hingga apel keluar airnya (juicenya).
2. Taburi dengan maizena, aduk rata. Panaskan apel bersama airnya di atas api sambil diaduk-aduk hingga mengental dan apel agak lunak. Matikan api. Panas-panas masukkan margarin dan aduk rata hingga seluruh margarin meleleh. Masukkan kismis. Aduk rata. Dinginkan.
3. Kulit: Campur margarin, kuning telur, gula halus, garam dan vanilla. Aduk rata. Masukkan terigu, aduk kembali menggunakan pisau pastry atau dua buah garpu hingga adonan berbutir-butir (seperti pasir kasar) dan tercampur rata. Satukan dan padatkan adonan kemudian bulatkan agar mudah dipulung. Bungkus dengan plastik wrap dan simpan di kulkas 30 menit hingga 1 jam.
4. Olesi cetakan pie mini dengan margarin tipis-tipis, ambil adonan secukupnya dan cetak dalam cetakan pie sambil ditekan-tekan. Sisakan sedikit adonan untuk membuat anyaman tutup pie. Untuk pie loyang besar, gilas adonan tipis sekitar 0,5 cm lalu letakkan di loyang yang telah diolesi margarin tipis, ratakan dan sisan adonan untuk tutup bagian atas pie.
5. Isi kulit pie dengan bahan isi. Lakukan hingga habis.
6. Gilas tipis sisa adonan kulit pie, potong-potong memanjang sesuai ukuran cetakan. Buat motif anyaman di atas pie. Olesi permukaannya dengan kuning telur. Tata cetakan di loyang datar.
7. Panggang dalam oven dengan suhu 170’C-180'C selama 30-50 menit (tergantung ukuran pie) hingga matang permukaannya kecoklatan dan fillingnya terlihat mendidih.
8. Angkat. Diamkan 15 menit dalam cetakan hingga agak hangat kemudian keluarkan dari cetakan dan dinginkan.


Yang ini versi loyang (ukuran 18 cm)

(Sebelum dipanggang)


(Fresh from the oven)


(Enjoy!)


Selamat mencoba dan semoga berhasil :)