Sunday, December 21, 2014

RAINBOW EGG WHITES CAKE (CAKE PUTIH TELUR PELANGI)





Sebenarnya disebut rainbow juga enggak sih ya, soalnya warnanya enggak memenuhi warna rainbow, cuma hijau, coklat, merah dan putih, hehehe... Tapi karena warna warni, masih masuk lah ya disebut rainbow (teuteup maksa :p). Kalau mau dibikin lebih colorful silahkan saja ya, suka-suka ;)
Foto ini saya ambil bulan Maret yang lalu (iya, postingan telat lagi memang), saat membuat cake ini saya sedang punya stok putih telur cukup banyak di kulkas sisa membuat pesanan-pesanan kue yang banyak menggunakan kuning telur. Putih telur bisa awet disimpan di kulkas asal wadahnya bersih dan tertutup rapat dan tetap bisa bagus ketika dikocok.

Alhamdulillah cakenya mengembang dengan bagus, hasilnya juga empuk dan lembut. Saya menggunakan pasta perisa untuk mewarnai adonannya (pasta pandan, pasta strawberry, dan pasta cokelat), jadi ada rasanya selain warna. Cake ini mirip dengan angel cake (cake putih yang hanya menggunakan putih telur dalam adonannya), tetapi tidak perlu menggunakan loyang khusus seperti loyang chiffon yang alasnya bisa dilepas. Cake ini bisa menggunakan loyang biasa (saya menggunakan loyang tulban/bundt pan) tanpa khawatir cake akan kempes ketika keluar oven dan loyang tidak perlu dibalik hingga cake dingin. Pengocokan putih telur harus sampai mengembang kental, mulus dan creamy tanpa ada busa lagi. Baru masukkan bahan lain. Pembuatannya sama dengan sponge cake, hanya telurnya menggunakan putihnya saja.

Punya stok putih telur nganggur di rumah? Cake ini bisa jadi salah satu alternatif. Putih telurnya ditimbang ya, karena saya langsung pakai putih telur yang sudah di-stok, bukan sengaja memecahkan dari telur baru. Yuk dicoba :)





RAINBOW EGG WHITES CAKE
by Ricke Indriani

Bahan:
500 gram putih telur (ditimbang ya), suhu ruang
250 gram gula pasir
1 sdm cake emulsifier
1/2 sdt garam
250 gram terigu protein sedang
50 gram maizena
200 gram butter/margarin, lelehkan
1 sdt vanilla
Pasta perisa masing-masing 1 sdt (saya pakai pandan, strawberry, cokelat), sesuai selera
Gula halus untuk taburan (optional)

Cara membuat:
1. Panaskan oven 160-170'C. Olesi loyang tulban/bundt pan ukuran 26 cm dengan margarin, lalu taburi dengan terigu tipis-tipis. Sisihkan.
2. Ayak tepung terigu dan maizena. Sisihkan.
3. Kocok putih telur, garam dan emulsifier dengan mixer kecepatan sedang sampai berbusa, masukkan gula pasir dalam 3 tahapan sambil dikocok terus hingga gula habis. Kocok dengan kecepatan tinggi hingga adonan mengembang, kental dan berjejak (saya sertakan foto adonan putih telur setelah dikocok).
4. Masukkan tepung dalam beberapa tahapan (saya biasanya 3 tahap) dan aduk balik dengan spatula hingga rata (saya lakukan dengan mixer kecepatan paling rendah).
5. Masukkan butter/margarin cair dan vanilla. Aduk balik dengan spatula hingga benar-benar rata dan homogen. Tidak ada lagi butter/margarin cair yang belum tercampur dalam adonan.
6. Bagi adonan sesuai jumlah warna yang diinginkan, tambahkan pasta perisa pada masing-masing adonan. Aduk rata.
7. Tuang adonan ke dalam loyang (bisa per lapisan warna atau dibentuk acak motif marble) dan panggang sampai matang, permukaannya sudah kecoklatan dan membal bila disentuh. Test tusuk sudah bersih. Sekitar 50 menit, tergantung oven masing-masing.
8. Keluarkan dari loyang dan dinginkan. Taburi dengan gula halus dan potong-potong.


(Hasil adonan putih telur setelah selesai dikocok, siap dimasukkan bahan lain)


Note:
- Pengocokan putih telur harus sampai mengembang kental, mulus dan creamy tanpa ada busa lagi. Baru masukkan bahan lain.
- Bila tidak memiliki loyang ukuran seperti dalam resep, resep bisa dikonversi sesuai ukuran loyang yang dipakai.

Selamat mencoba ^_^

Tuesday, November 25, 2014

SIMPLE STEAMED CHOCOLATE CAKE





Cake ini saya kasih embel-embel kata 'simple' karena memang cara membuatnya sangat mudah dan sederhana. Tidak perlu oven karena dikukus, dan tidak perlu mixer karena hanya dicampur aduk menggunakan hand whisk/baloon whisk saja. Bahan-bahan yang digunakan pun mudah sekali didapat. In sya Allah teman-teman pasti bisa membuatnya, ikuti saja instruksi resep dengan baik.

Resep ini dulu saya adaptasi dari Cooking Crave, seringkali jika ingin cemilan kue berbau coklat di rumah dan sedang malas memakai mixer saya membuat cake ini. Cukup aduk-aduk dan kukus 45 menit, bisa sambil ditinggal mengerjakan yang lain. Jadilah cake cokelat yang lembut dan empuk. Dalam resep ini, ukuran cake yang dihasilkan tidak terlalu besar ya. Cukup lah untuk cemilan keluarga kecil. Dalam foto ini saya menggunakan loyang tulban (loyang bulat yang bolong di bagian tengah) diameter 20 cm, atau bisa juga menggunakan loyang bulat biasa ukuran 18 cm.





SIMPLE STEAMED CHOCOLATE CAKE
by Ricke Indriani

Cake:
100 gram margarine/butter
100 gram minyak goreng
200 gram gula pasir
200 ml susu cair
2 butir telur, kocok lepas hingga berbuih dengan garpu
100 gram terigu protein sedang
50 gram coklat bubuk
½ sdt baking powder
½ sdt soda kue/baking soda
¼ sdt garam
1 sdt vanilla powder

Ganache siram (optional):
100 gram dark cooking chocolate, cincang kecil
80 ml whipping cream cair
3 sdm madu/corn syrup
1 sdm minyak goreng
Panaskan whipping cream cair hingga panas dan pinggirannya mulai berbuih kecil. Matikan api. Masukkan coklat cincang. Diamkan hingga terlihat coklat meleleh. Aduk rata hingga coklat tercampur rata dan licin. Masukkan madu/corn syrup dan minyak goreng. Aduk rata.

Gula halus untuk taburan

Cara membuat:
1. Siapkan kukusan, didihkan air hingga cukup beruap. Bungkus tutup kukusan dengan handuk atau lap bersih. Olesi loyang tulban 20 cm atau loyang bulat 18 cm dengan margarine tipis dan alasi bagian bawahnya dengan kertas roti/baking paper. Olesi margarine lagi dan taburi terigu tipis-tipis. Sisihkan.
2. Campur dalam panci margarine/butter, minyak goreng, gula pasir dan susu cair. Panaskan di atas api sambil diaduk hingga gula larut. Angkat dan biarkan hingga agak hangat/dingin.
3. Masukkan telur dan garam ke dalam campuran susu tadi. Aduk rata menggunakan hand whisk.
4. Masukkan terigu, coklat bubuk, baking powder dan soda kue yang sudah diayak. Aduk rata dengan hand whisk. Masukkan vanilla, aduk rata.
5. Tuang ke dalam loyang. Kukus 45 menit. Angkat. Keluarkan dari loyang dan diamkan hingga benar-benar dingin.
6. Buat ganache siram: Panaskan whipping cream cair hingga panas dan pinggirannya mulai berbuih kecil. Matikan api. Masukkan coklat cincang. Diamkan hingga terlihat coklat meleleh. Aduk rata hingga coklat tercampur rata dan licin. Masukkan madu/corn syrup dan minyak goreng. Aduk rata.
7. Siram cake yang sudah dingin dengan ganache. Dinginkan di kulkas agar ganache lebih set. Taburi gula halus.
8. Potong-potong dan sajikan.
9. Cake ini juga bisa disajikan dengan atau tanpa ganache, sesuai selera.

Source: Cooking Crave.





Yuk, bikin! And, happy steaming ;)

Monday, November 24, 2014

BIBIMBAP (NASI CAMPUR SAYURAN ALA KOREA)




Kali ini posting menu masakan Korea ya, namanya Bibimbap. Fotonya sudah setahun yang lalu (2013) tapi baru diedit tahun 2014, hahahaa... Iya, ngendon setahun di folder laptop :P . Kalau penggemar segala sesuatu yang berbau-bau Korea mungkin sudah tidak asing lagi ya mendengar kata 'Bibimbap' baik yang pernah makan maupun yang belum pernah. Bibimbap ini bisa diartikan nasi campur atau nasi yang dicampur aduk. Bibim artinya mengaduk/mencampur, bap artinya nasi. Toppingnya aneka sayuran, ada yang direbus atau ditumis sebentar hingga agak layu. Kalau full sayuran biasanya disebut 'Yache Bibimbap' alias Bibimbap Sayuran. Ada juga yang diberi tambahan topping hewani seperti daging atau seafood (udang/cumi/gurita) diberi nama sesuai dengan tambahan toppingnya, misalnya diberi tambahan topping udang diberi nama 'Saewu Bibimbap' alias Bibimbap Udang. Tidak lupa diberi telur ceplok (biasanya setengah matang) untuk pelengkap topping.

Bibimbap ini kalau di Indonesia ya mungkin seperti nasi pecel gitu kali ya, hehee... Tapi tanpa tambahan bumbu kacang ^^ . Sayuran untuk topping Bibimbap sudah diberi bumbu (garam dan atau bawang putih) jadi sudah ada rasa gurih dari sayurannya. Topping di tata rapi di atas nasi panas, kemudian saat disajikan dicampur aduk terlebih dahulu, baru dimakan. Itulah mengapa disebut Bibimbap :)
Bibimbap biasanya disajikan dengan tambahan saus cabai dari gochujang untuk sensasi rasa agak pedas, tapi bila tidak ingin atau ragu untuk mengkonsumsi gochujang tidak perlu memakai sausnya, jangan tanya saya soal resep gochujang ya karena saya belum pernah membuatnya. Gochujang asli prosesnya lama sekali bisa berbulan-bulan (contohnya bisa dilihat di website Maangchi ini). Alternatif bila ingin tambahan rasa pedas pada Bibimbap-nya, bisa membuat sausnya dari cabai bubuk yang dicampur dengan sedikit air untuk mengentalkan, sedikit bawang putih halus/bubuk, gula pasir, sedikit garam dan sedikit perasan air jeruk nipis/cuka makan. Cicipi rasanya sesuai selera. Aduk rata.

Bibimbap disajikan dalam mangkuk, jadi bisa disebut rice bowl ala Korea. Bisa dalam mangkuk biasa, atau dalam mangkuk hot pot (disebut Dolsot Bibimbap). Bila menggunakan hot pot, panaskan terlebih dahulu lalu permukaan bagian dalam diolesi minyak wijen. Sayurannya bisa suka-suka saja, namun umumnya yang dipakai adalah wortel, bayam/daun lobak, toge, jamur, timun/zucchini dan pakis muda/gosari. Bisa juga ditambahkan kim/nori kering yang sudah dipotong halus tipis-tipis. Intinya campur-campur deh. Yang saya buat ini menggunakan topping wortel, jamur, zucchini, pokchoy, toge, timun, ayam dan telur ceplok. Jadi inilah, Bibimbap suka-suka ala emaknya Nadhifa :D




BIBIMBAP
by Ricke Indriani
(Cukup untuk 3 porsi)

Bahan:
2 cup beras (menggunakan cup takaran rice cooker)

Topping:
1 buah fillet dada ayam, iris tipis
1 buah wortel, potong bentuk stick tipis/korek api
4-5 buah jamur shitake/8-10 buah jamur kancing, iris tipis
1/2 buah zucchini (saya pakai ukuran besar), potong bentuk stick/korek api
1 ikat bayam/daun lobak/sawi/pokchoy
Segenggam munjung toge
1 buah timun, belah dua dan iris tipis
3 butir telur
Bisa juga ditambah kim/nori kering yang dipotong halus.
Minyak goreng secukupnya

Bumbu:
Garam
Gula pasir
Merica bubuk
Bawang putih halus
Minyak wijen
Cabai bubuk
Wijen sangrai




Cara membuat:
1. Masak nasi seperti biasa dengan takaran air yang disesuaikan dengan jenis beras yang dipakai masing-masing. Nasi yang dihasilkan tidak terlalu kering dan tidak terlalu lembek. Jadi pulen sedang saja.
2. Topping:
- Ayam: Lumuri ayam yang telah diiris tipis dengan 1 sdt bawang putih halus, 1/2 sdt garam, 1/4 sdt merica bubuk, 1 sdt gula pasir, 1/2 sdt minyak wijen, 1 sdt cabai bubuk (skip bila tidak ingin pedas). Aduk rata. Diamkan/marinasi selama 15-30 menit. Tumis dengan sedikit minyak hingga matang. Sisihkan. Ayam bisa diganti dengan daging sapi atau seafood.
- Wortel: Tumis wortel dalam wajan yang diolesi sedikit minyak goreng hingga agak layu (tidak perlu lama), beri sedikit garam dan merica. Sisihkan.
- Jamur: Cara sama dengan wortel.
- Zucchini: Taburi zucchini dengan sedikit garam, aduk rata. Diamkan 10 menit hingga keluar air dari zucchini dan zucchini jadi agak lemas. Buang airnya, peras perlahan (tidak perlu diperas kencang) zucchini. Beri sedikit bawang putih halus. Tumis dalam wajan yang diolesi sedikit minyak goreng hingga agak layu. Sisihkan.
- Timun: cara sama dengan zucchini, tetapi tidak perlu ditumis.
- Bayam/daun lobak/sawi/pokchoy: Didihkan air dalam panci. Matikan api. Masukkan sayuran dalam air panas sebentar saja hingga terlihat agak layu dan warnanya berubah menjadi hijau tua cerah. Segera angkat dan siram dengan air dingin biasa. Tiriskan dan peras perlahan. Beri sedikit bawang putih halus, garam, merica dan minyak wijen. Aduk rata. Sisihkan.
- Toge: Cara sama dengan bayam/daun lobak/sawi/pokchoy. Tapi kali ini saya tambahkan sedikit cabai bubuk.
- Telur: Goreng telur (diceplok) hingga tingkat kematangan sesuai selera (bisa setengah matang atau full matang).

Cara penyajian:
- Masukkan nasi panas secukupnya dalam mangkok. Apabila menggunakan mangkok hot pot, panaskan dahulu mangkuk hot pot. Setelah panas olesi bagian dalamnya dengan minyak wijen, masukkan nasi.
- Tata sayuran, daging (bila pakai), kim/nori (bila pakai) dan telur ceplok di atas nasi. Beri sedikit minyak wijen di atasnya dan taburi dengan wijen sangrai.
- Bibimbap siap disajikan panas-panas.
- Saat akan disantap, aduk dan campur jadi satu nasi dengan toppingnya.

Note: Saat menumis sayuran, saya hanya mengolesi wajan dengan minyak goreng menggunakan kuas silicon, jadi tidak perlu menumis dengan minyak goreng berlebihan agar hasil sayurannya tidak berminyak. Bisa juga sayurannya hanya direbus sebentar (blanch/blansir) saja.




Yuk bikin, semua pasti bisa kok bikin Bibimbap. Selamat mencoba ;)

Thursday, October 30, 2014

BANANA SPONGE CAKE





Bulan Juni yang lalu, terjadi tragedi (halah!) lupa kalau menyimpan pisang. Jadi, karena Nadhifa adalah penggemar pisang dimakan begitu saja (Abinya juga sih sebenarnya) kalau mau bikin kue berbahan pisang harus menyembunyikan pisang yang dibeli agar aman dari jangkauan Nadhifa jika pisangnya belum over ripe atau matang sekali. Nah, ternyata malah kelupaan alias bablas kalau menyimpan satu sisir pisang, sampai pisangnya hampir bonyok yang bagian bawah. Beberapa buah pisang yang bagian bawah sudah hitam kulitnya dan lembek sekali. Tapi ketika dikupas alhamdulillah dalamnya bagus tidak busuk, wangiiii pisang sekali (ya iyalah masa wangi duren?)... Langsung saja hari itu juga dieksekusi jadi banana cake. Karena pisang yang bonyok alias kelewat matang (barisan bawah) ada 5 buah, jadi didahulukan menggunakan pisang yang 5 buah tersebut. Sisanya yang barisan atas masih bagus hanya sudah ada bintik-bintik hitam saja kulitnya. Pisangnya saya timbang berat kurang lebih 500 gram (tanpa kulit ya).





Banana cake bisa dibuat dengan metode butter cake, quick bread/metode muffin, atau sponge cake. Kali ini saya buat menggunakan metode sponge cake, untuk metode quick bread atau muffin yang dibuat tanpa mixer, silahkan ubek-ubek saja blog ini ya, hehee... Saya juga menggunakan brown sugar dalam cake ini, tambah wangi dan warna cakenya jadi semu kecoklatan. Tapi jika tidak ada brown sugar, teman-teman bisa menggunakan full gula pasir putih saja. Jadi untuk 500 gram pisang tadi, ini komposisi resep yang saya pakai.

BANANA SPONGE CAKE
by Ricke Indriani

500 gram pisang matang, tanpa kulit (jenis cavendish atau ambon)
50 ml susu cair, suhu ruang
4 butir telur (pakai ukuran sedang/besar)
100 gram gula pasir
100 gram brown sugar
1/4 sdt garam
300 gram terigu protein sedang
25 gram maizena
1 sdt baking powder
1 sdt soda kue
1 sdt vanilla
200 gram mentega/margarin, lelehkan
Gula halus dicampur dengan sedikit kayu manis bubuk untuk taburan (opsional)

Cara membuat:
1. Panaskan oven 160'C. Siapkan loyang tulban (loyang bolong di tengah) diameter 23 cm. Olesi dengan mentega/margarin dan taburi terigu tipis-tipis. Sisihkan.
2. Hancurkan pisang hingga lumat dan lembut (karena sudah matang sekali jadi saya hancurkan pakai garpu saja). Campur dengan susu cair. Sisihkan.
3. Ayak terigu, maizena, baking powder dan soda kue. Sisihkan.
4. Kocok telur, gula pasir, brown sugar dan garam hingga mengembang, putih dan kental sekali (ini penting karena adonan akan diberi pisang yang berat).
5. Masukkan campuran pisang dan susu cair dalam 2 tahap, aduk perlahan secara merata dengan spatula.
6. Masukkan campuran tepung (terigu, maizena, baking powder dan soda kue) dalam 3 tahap, aduk merata dengan teknik aduk balik.
7. Masukkan vanilla dan mentega/margarin leleh. Aduk merata dengan teknik aduk balik hingga adonan benar-benar homogen. Jangan ada mentega/margarin leleh yang belum tercampur rata.
8. Tuang ke dalam loyang. Ratakan permukaannya. Hentakkan loyang dengan lembut ke meja 2x (untuk mengeluarkan jika ada gelembung udara yang terperangkap saat menuang adonan).
9. Panggang selama 45-50 menit hingga cake matang kecoklatan dan kokoh (sesuaikan dengan oven masing-masing). Test tusuk dan test sentuh permukaannya sudah membal.
10. Keluarkan dari oven, balikkan loyang untuk mengeluarkan cake. Dinginkan. Taburi permukaannya dengan gula halus yang dicampur sedikit kayu manis bubuk (opsional). Potong-potong dan sajikan.

Note:
- Gunakan pisang yang sudah benar-benar matang agar lebih lembut, manis dan aromanya maksimal. Kulit pisang sudah banyak bintik-bintik hitam/tidak mulus lagi.
- Bila tidak ada brown sugar, bisa menggunakan full gula pasir. Silahkan menyesuaikan jumlah gulanya dengan selera manis masing-masing ya.
- Telur dan gula harus dikocok sampai benar-benar kental sekali, agar stabil saat ditambahkan pisang yang cenderung berat.
- Pastikan saat mengaduk mentega/margarin cair adonan sudah benar-benar homogen agar cake tidak bantat.
- Adonan cake cukup tinggi, jadi panggang dengan suhu rendah saja agar matang sempurna tetapi tidak cepat gosong. Lama memanggang sesuaikan dengan oven masing-masing.




Selamat mencoba. Good luck! ^_^


Monday, October 20, 2014

STRAWBERRY CHEESE CAKE IN THE JAR




Posting lagi (alhamdulillah ^^), kali ini posting cake in the jar. Masih teuteup postingan super telat, sudah berbulan-bulan lalu motretnya, tapi fotonya baru nongol sekarang, hehehee...
Strawberry cheese cake ini nikmat disantap dalam keadaan dingin dan memang harus disimpan dalam kulkas/lemari es agar chilled cheese cake-nya lebih tahan lama. Rasanya creamy, gurih, dan ada rasa asam manis dari strawberry.

Layernya saya pakai sponge cake vanilla, bisa pakai resep sponge cake vanilla mana saja atau andalan masing-masing. Bisa juga pakai biscuit atau pie crust yang dihancurkan. Sesuai selera saja. Jadi kali ini saya hanya akan menuliskan resep chilled cheese cake-nya saja ya.
Sedangkan untuk strawberry jam-nya bisa pakai strawberry jam siap pakai atau homemade (yang ini saya pakai homemade) yang resepnya bisa dilihat disini (silahkan di-klik).





STRAWBERRY CHHESE CAKE IN THE JAR
by Ricke Indriani

Bahan:
Sponge cake vanilla (ketebalan kurang lebih 1 cm), cetak sesuai diameter jar
Strawberry jam (selai strawberry) secukupnya

Chilled cheese cake:
400 gram cream cheese, suhu ruang
125 gram gula halus
400 gram whip cream cair dairy, dingin
1/2 sdt vanilla
1 sdm air jeruk lemon
Strawberry segar untuk topping

Jar/mason jar, ukuran sesuai keinginan (bila tidak ada jar bisa menggunakan gelas bening)

Cara membuat:
Kocok cream cheese dan gula halus hingga lembut. Tambahkan air jeruk lemon dan vanilla, kocok rata. Sisihkan
Kocok whip cream hingga mengembang setengah kaku (jangan sampai terlalu kaku ya). Masukkan secara bertahap ke dalam kocokan cream cheese sambil dikocok dengan kecepatan rendah hingga rata.
Masukkan ke dalam piping bag/kantong segitiga agar lebih mudah memasukkan ke dalam jar.

Penyelesaian:
Ambil selembar sponge cake dan letakkan di bagian dasar jar, beri lapisan cream cheese, lalu beri lapisan selai strawberry. Tutup lagi dengan selembar sponge cake dan lakukan proses yang sama. Sesuaikan dengan kebutuhan tinggi jar yang digunakan.
Simpan dalam kulkas minimal 4-5 jam atau semalaman. Beri topping potongan strawberry segar.

Note: Bila hanya ingin membuat dalam jumlah sedikit, bisa membuat setengah bagian saja dari resep ini ya.





Selamat mencoba. Cheeeseee... ^_^

Friday, October 17, 2014

DADAR GULUNG




Bismillah... setelah beberapa bulan tidak update blog, disempatkan lagi untuk menengok blog yang sudah berdebu ini (*sambil nyapuin debu). Kali ini mau sharing resep dadar gulung yang biasa saya pakai. Disingkat darlung alias dadar gulung, kalau disingkat darling nanti jadinya dadar guling (halah!). Dadar gulung ini biasanya saya gunakan untuk salah satu isian snack box atau pesanan kue nampan/tampah. Buat teman ngeteh sore hari, why not?

Kali ini saya share dadar gulung original ya, yaitu dadar gulung dengan kulit yang hijau, isi unti kelapa dan gula merah (atau kalau mau putih pakai gula pasir saja). Kulit dadar gulungnya bisa dimodifikasi misalnya menjadi coklat, pink, bermotif, dan lain-lain. Isinya juga bisa diganti, misalnya pisang keju/coklat, vla keju, vla buah, cream cheese, atau yang lainnya. Tapi kali ini khusus share yang original dulu yaaa.. ini juga fotonya sudah lama (6 bulan yang lalu saya motretnya, lebihan pesanan).

Trik khusus untuk membuat kulit dadar gulung yang berpori dan bopeng-bopeng khas dadar gulung adalah pada panas wajan/pan yang dipakai untuk membuat dadar kulitnya. Wajan/pan harus sudah dalam keadaan panas, jadi begitu adonan dituang langsung 'cessssss' adonan bagian bawahnya akan bergejolak dan membentuk gelembung-gelembung pori yang akhirnya membuat kulit jadi bopeng-bopeng. Kalau wajan/pan yang digunakan kurang panas, maka kulit dadar gulung akan mulus saja tanpa bopeng (kalau wajah sih pasti pada pengennya mulus ya, hehee..). Hmmmm... jajanan pasar Indonesia itu kayaknya sebagian besar kalau dilihat dari bahan-bahannya memang mudah, tapi proses membuatnya itu yang agak tricky ya.

By the way, dadar gulung ini kalau membuatnya di Korea sini (dan juga di negara lain yang tidak familiar dengan bahan-bahannya) jadinya mahal modalnya bow! Ya iya, santannya mahal, kelapa parutnya mahal, gula merahnya mahal, pandannya mahal, yuhuuuu... So precious deh pokoknya itu bahan-bahannya, hehee... Bersyukur masih bisa makan si darlung ini ^^




DADAR GULUNG
(Indonesian Green Pancake Roll Stuffed with Grated Coconut and Palm Sugar)
by Ricke Indriani

Bahan kulit dadar:
250 gram terigu protein sedang
1/2 sdt garam
2 butir telur, kocok lepas
700 ml santan encer matang
1-2 sdt pasta pandan (sesuaikan dengan keinginan warna hijaunya)
Margarin secukupnya untuk olesan wajan dadar

Bahan unti kelapa:
200 gram kelapa parut kasar (jika menggunakan kelapa parut segar, pilih yang setengah tua)
100 gram gula merah
50 gram gula pasir (jika ingin unti berwarna putih, skip gula merah dan pakai 100 gram gula pasir semua)
1/2 sdt garam
100 ml air
1 lembar daun pandan, sobek-sobek
1/4 sdt vanili bubuk

Cara membuat:
Kulit Dadar:
1. Campur terigu dan garam, buat lubang di tengahnya lalu tuang telur dan santan sedikit demi sedikit sambil diaduk rata menggunakan hand whisker hingga adonan licin. Saring. Tambahkan pasta pandan. Aduk rata.
2. Panaskan wajan/pan datar diameter 18-20 cm (saya menggunakan wajan teflon). Setelah benar-benar panas, olesi wajan/pan dengan margarin tipis (gunakan kuas silikon ya). Tuang 1 sendok sayur ukuran sedang (sesuaikan dengan ukuran wajan/pan agar hasilnya tidak terlalu tebal). Masak hingga matang dan permukaannya tidak lengket bila disentuh. Angkat. Lakukan hingga adonan habis. Dinginkan.

Unti Kelapa:
1. Panaskan air, gula merah, gula pasir, garam dan daun pandan. Masak dan aduk-aduk hingga gula larut. Masukkan kelapa parut. Aduk-aduk hingga airnya menyerap semua (kelapa jangan terlalu kering dan jangan terlalu basah). Tambahkan vanili bubuk. Aduk rata. Angkat dan dinginkan.

Penyelesaian:
Ambil selembar kulit dadar, beri isi unti kelapa. Lipat dan gulung. Lakukan hingga habis.


Tips:
- Jika ingin menggunakan pewarna hijau alami, bisa membuat dari juice daun suji dan daun pandan yang diblender bersama air dan disaring. Ambil 50-100 ml juice-nya dan kurangi jumlah santan yang dipakai sesuai dengan jumlah juice yang ditambahkan.
- Pastikan adonan yang dibuat licin tanpa bergerindil (disarankan disaring)
- Pastikan wajan/pan sudah benar-benar panas saat adonan dituang agar kulit dadar yang dihasilkan berpori/bopeng-bopeng khas dadar gulung.
- Sesuaikan takaran adonan saat dituang dengan ukuran wajan/pan yang digunakan agar kulit tidak terlalu tebal (susah digulung).
- Jangan memasak kulit dadar terlalu lama agar kulit tidak kering dan warnanya tetap hijau cantik.
- Setelah jadi, sebaiknya simpan dadar gulung dalam wadah tertutup atau bungkus satu persatu dengan plastik bening agar kulitnya tidak cepat kering terkena udara terbuka

Selamat mencoba ^_^

Tuesday, July 8, 2014

HOMEMADE CHOCOLATE POPSICLES (CHOCOLATE ICE CREAM POPS)




Posting yang segar-segar lagi aahhh... Di Korea sedang summer, tentunya ice cream, bingsu (es serut khas Korea), ice coffee, ice soda dan berbagai yang segar-segar lainnya seliweran dimana-mana. Godaan mata untuk Muslim yang sedang menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan yang bertepatan dengan summer ini, hehehee... Tapi tetap semangat donk puasanya ^_^

Sebenarnya sudah sering membuat ice cream pops atau popsicle ini, mulai dari hanya cuma membekukan juice buah saja, atau membekukan yogurt dan susu coklat saja, yang penting dicetaknya di cetakan popsicles, jadi deh ^^ . Tapi paling suka membuat chocolate ice cream pops ini, karena ketika digigit lembut dan lumer di mulut. Seperti layaknya ice cream pops yang dibeli di toko.

Ide awal resep yang saya buat untuk ice cream pops ini teringat seorang teman ibu saya yang dulu berjualan es mambo berbagai varian, beliau jika membuat adonan ice mambonya selalu adonannya dimasak dan kemudian sedikit dikentalkan dengan maizena. Kata beliau tujuannya agar hasil ice mambonya empuk saat digigit dan es mambonya tidak keras seperti es batu. Kalau tidak salah, beliau hanya membuat pengecualian untuk es mambo yang jenis es teh. Saya sendiri tentunya tidak pernah tau resep beliau seperti apa persisnya dulu.

Ini resep yang saya buat, cukup sederhana caranya dan bahan-bahannya pun mudah didapat. Ice cream yang dihasilkan kokoh untuk dijadikan ice cream pops menggunakan stick, tetapi tetap lembut dan empuk saat digigit dan lumer di mulut. Stick ice cream-nya juga bisa diganti menggunakan ice cream stick yang dari kayu, bisa dibeli di toko bahan kue atau perkakas rumah tangga. Bila menggunakan ice cream stick dari kayu, biarkan adonan ice cream sedikit membeku dahulu (setelah disimpan di freezer sekitar 1 jam) baru ditusukkan stick kayunya dan lanjutkan proses pembekuan.




CHOCOLATE POPSICLES (CHOCOLATE ICE CREAM POPS)
Oleh: Ricke Indriani

Bahan:
750 ml susu cair
150 gram gula pasir
25 gram coklat bubuk (cocoa powder)
75 gram dark chocolate, cincang kecil-kecil
20 gram maizena
1 sdt vanilla

Cara membuat:
1. Lelehkan dark chocolate yang telah dicincang dengan cara di-tim di atas air panas. Aduk hingga licin. Sisihkan.
2. Larutkan maizena dengan 50 ml susu cair (diambil dari 750 ml susu cair dalam resep). Aduk rata. Sisihkan.
3. Campur susu cair, gula pasir dan coklat bubuk. Aduk rata. Panaskan di atas api kecil sambil diaduk-aduk sampai gula dan coklat bubuk larut. Angkat dan saring.
4. Masukkan dark chocolate leleh ke dalam larutan susu coklat tadi. Aduk rata. Panaskan kembali di atas api kecil, masukkan larutan maizena. Masak sambil diaduk-aduk hingga mengental dan mendidih. Masukkan vanilla, aduk rata. Angkat dan biarkan sejenak.
5. Siapkan cetakan popsicles, isi dengan adonan ice cream dan pasang bagian stick-nya (bawaan dari cetakan). Bila menggunakan ice cream stick kayu, masukkan dahulu ke dalam freezer sampai sedikit membeku (sekitar 1 jam) baru tusukkan stick kayu dan lanjutkan proses pembekuan.
6. Bekukan ice cream selama minimal 5-6 jam (tergantung kondisi suhu freezer kulkas masing-masing). Ice cream pops siap dinikmati.
7. Untuk mengeluarkan ice cream dari cetakan, rendam cetakan dalam wadah/baskom berisi air hangat. Biarkan beberapa saat saja, kemudian cabut ice cream dengan menarik stick-nya. Ice cream yang telah dicabut semua dari cetakan bisa diletakkan dalam wadah tertutup (atau di zipper bag) dan kembali disimpan di freezer. Jadi saat akan menyantapnya tidak perlu repot mencabutnya dari cetakan.




Untuk lapisan chocolate shell-nya, saya menggunakan white chocolate (biar kontras saja gitu). Coklatnya saya lelehkan dengan cara di-tim dengan ditambah sedikit minyak sayur (vegetable oil). Setelah leleh masukkan ke dalam gelas dan biarkan sampai agak hangat (jangan celupkan ice cream dalam keadaan coklat masih panas). Setelah ice cream beku kemudian dicelupkan ke coklat leleh, bisa diberi tambahan topping sesuai selera (kacang tanah cincang, almond, sprinkle sugar, dll). Bisa juga ice cream popsnya dibiarkan polos saja tanpa balutan apa-apa lagi, sudah enak kok ^^





Note:
- Untuk mengeluarkan ice cream dari cetakan, rendam cetakan dalam wadah/baskom berisi air hangat. Biarkan beberapa saat saja, kemudian cabut ice cream dengan menarik stick-nya. Ice cream yang telah dicabut semua dari cetakan bisa diletakkan dalam wadah tertutup (atau di zipper bag) dan kembali disimpan di freezer. Jadi saat akan menyantapnya tidak perlu repot mencabutnya dari cetakan.
- Untuk membuat chocolate popsicles dengan sensasi mint, saya biasanya menambahkan daun mint segar yang saya blender halus dengan sedikit susu cair. Kemudian ditambahkan ketika adonan sudah dimasak hingga mengetal dan akan diangkat. Aduk rata.

Selamat mencoba ^_^

Thursday, June 26, 2014

PATBINGSU (팥 빙수) a.k.a ES SERUT KACANG MERAH KHAS KOREA




Summer di Korea = Bingsu!

Bingsu (빙수) artinya es serut. Di Korea kalau sedang summer alias musim panas pasti akan banyak aneka bingsu yang dijual dimana-mana. Mulai dari kedai biasa, cake shop and bakery, cafe, food court, sampai restaurant cepat saji akan menyediakan aneka bingsu dalam menu saat musim panas tiba.

Bingsu ini diberi isi dan topping beraneka ragam. Salah satu yang paling terkenal adalah Patbingsu atau es serut kacang merah (Pat/팥 = red bean/kacang merah). Patbingsu adalah salah satu dessert khas Korea, dijual dari mulai yang original/tradisional yang hanya diberi isi kacang merah saja dan biasanya ditambah beberapa buah tteok (rice cake/kue beras), sampai dengan tambahan topping aneka buah-buahan segar atau buah kaleng, aneka berry, kacang-kacangan, sereal seperti cornflakes, aneka ice cream, yogurt, dll. Varian bingsu yang lain selain Patbingsu misalnya ada juga Gwailbingsu (es serut buah), Nokchabingsu (es serut green tea), Coffeebingsu (es serut kopi), dan masih banyak lagi bingsu-bingu yang lain.

Di Indonesia juga ada es kacang merah, tapi kacang merah yang digunakan jenisnya berbeda. Kalau di Indonesia menggunakan kacang merah atau kacang jogo dengan biji lebih besar dan pipih, dalam bahasa Inggris disebut Kidney bean dan dalam bahasa Korea kalau tidak salah disebut Gangnangkong (강낭콩)? Di Indonesia es kacang merah biasanya disajikan dengan kuah santan dan air gula/air gula merah, sangat khas tradisional Indonesia. Sedangkan kacang merah yang digunakan dalam Patbingsu ini adalah jenis Azuki bean atau Red bean dengan biji lebih kecil dan bulat, dalam bahasa korea disebut Pat/Jeokdu (팥/적두) . Tetapi bila teman-teman di Indonesia kesulitan untuk mendapatkan kacang merah jenis azuki bean, bisa menggantinya dengan kacang merah jogo, tentu nanti citarasa yang dihasilkan akan berbeda ya :)


(Red bean/azuki bean/pat/jeokdu)


Saya mencoba untuk membuat Patbingsu homemade. Awalnya mau menggunakan potongan buah segar, tapi di rumah sedang tidak punya buah apapun selain cherry merah. Akhirnya pakai buah kalengan yang ada di rumah saja (saya lihat banyak juga kedai/restaurant yang menggunakan buah kalengan tropikal untuk isi bingsu). Selain homemade pasta kacang merah, saya juga membuat homemade tteok (rice cake/kue beras) untuk tambahan toppingnya karena punya stok chapssalkaru (tepung ketan) di rumah. Saya tidak punya alat serut es atau ice shaver machine, jadi es batunya saya blender sampai halus saja. Alhamdulillah jadi juga makan homemade Patbingsu kemarin. Patbingsu ini juga cocok untuk sajian berbuka puasa nanti tentunya.

Bulan Ramadhan di Korea bertepatan dengan musim panas dan akan melewati puncak musim panas di bulan Juli nanti, jadi Patbingsu ini tentu saja bisa menjadi salah satu sajian untuk berbuka puasa yang menyegarkan, dingin dan manis. Sluurrrppp… Resep ini saya pelajari cara pembuatan isi kacang merah (sweet red bean) dari website Maangchi, tetapi takaran bahannya saya pakai sesuai selera saya. Sedangkan untuk bingsu tteok-nya pembuatannya saya buat sama dengan membuat candil, tetapi digilas dan dibentuk kotak. Yuk, dicoba membuatnya ^_^






Patbingsu (Es Serut Kacang Merah khas Korea)
Oleh: Ricke Indriani

Bahan isi kacang merah:
200 gram red bean jenis azuki bean
1000 ml air
150 gram gula pasir
½ sdt garam
1 sdt vanilla

Bahan bingsu tteok (rice cake/kue beras untuk bingsu):
100 gram tepung ketan
80 ml air panas/mendidih (sesuaikan dengan kondisi adonan)
¼ sdt garam
1 sdm gula halus
Air untuk merebus
Ekstra tepung ketan untuk taburan
Gula halus untuk taburan

Es serut
Aneka buah segar potong/buah kalengan (saya membuatnya dengan buah kalengan karena sedang tidak ada stok buah segar di rumah)
Susu kental manis
Almond slice sangrai/corn flakes, dll sesuai selera


(Isi kacang merah yang sudah matang, lembut dan empuk tetapi masih ada sebagian butiran kacangnya)

Cara membuat:
Isi kacang merah:
Cuci bersih kacang merah (azuki bean), masukkan ke panci dan rebus dengan 1 liter air dengan api sedang sampai mendidih. Tutup panci dan kecilkan api, rebus hingga kacang empuk dan mudah hancur bila ditekan. Masak sampai airnya berkurang tetapi jangan sampai air habis meresap semua (seperti bubur kacang dengan kuah sedikit). Masukkan gula pasir dan garam. Masak kembali sambil diaduk-aduk hingga mengental. Tambahkan vanilla. Dinginkan dan simpan dalam lemari es.




(Tteok/kue beras untuk topping bingsu)

Bingsu tteok (rice cake/kue beras untuk bingsu):
Campur tepung ketan, garam dan gula halus dalam wadah. Tuangi air panas/mendidih sedikir demi sedikit sambil diaduk dengan sendok jika sudah agak hangat. Aduk dengan tangan sampai kalis/tidak lengket. Bila adonan masih kering tambahkan air sedikit, jika terlalu lembek tambahkan tepung ketan sedikit.
Gilas adonan dengan rolling pin di atas permukaan yang ditaburi tepung ketan, potong-potong seukuran kira-kira 1x1 cm. Rebus dalam air mendidih sampai mengapung. Angkat dan rendam dalam air biasa sampai dingin. Tiriskan dan gulingkan di tepung ketan yang dicampur sedikit gula halus agar tidak lengket. Sisihkan.


Cara penyajian:
Siapkan mangkuk, beri es serut dan susu kental manis sesuai selera manisnya. Tambahkan potongan buah. Beri isi kacang merah di atasnya. Beri tambahan tteok, almond slice sangrai, corn flakes, dll sesuai selera. Patbingsu siap dinikmati.

(Taruh es serut dalam mangkuk)


(Beri susu kental manis sesuai selera manisnya)


(Beri potongan buah segar atau buah kalengan sesuai selera)


(Beri kacang merah)


(Patbingsu siap disantap!)

Resep Patbingsu ini juga saya ikut sertakan sebagai entry di NCC Menu Ramadhan Lebaran Week. Alhamdulillah dapat badge-nya ini, dan ternyata juga mendapat apresiasi sebagai Pemenang Resep Terbaik II. Senangnya, padahal ikutan event-nya hanya untuk ikut meramaikan saja, tidak tau juga ternyata ada pemenang segala, hihiii... Terima kasih NCC ^_^




Selamat mencoba dan selamat menunaikan ibadah shaum Ramadhan 2014/1435 H ^_^

Tuesday, June 10, 2014

SPRING, IT'S TIME FOR DANDELION! : DANDELION SORBET



Sudah lama tidak update blog ini, huffff... tiup-tiup debu yang hinggap karena lama tidak disinggahi oleh tuan rumah, hehee... Baking dan cooking tetap jalan, memotret pun masih, tapi harus cari waktu untuk menulis postingan di blog. Bukan sok sibuk ya, tapi alhamdulillah ada saja kegiatan yang dikerjakan baik sendiri, bersama keluarga, maupun teman ^_^

Okay, kali ini saya akan posting tentang Dandelion. Sebuah cerita sederhana yang akan menjadi bagian dari penggalan kisah kehidupan kami di perantauan. Menemukan pengalaman baru yang menyenangkan sekaligus memberikan manfaat. Dan sebenarnya ini postingan telat, karena sekarang sudah menjelang musim panas dan suhu sudah mulai naik. Kegiatan berburu si bunga kuning ini kami lakukan di pertengahan musim semi, itu pun agak telat dan bunganya dapat tidak terlalu banyak. Si kuning ini sudah banyak yang berubah menjadi seedball, tentu Nadhifa yang senang karena dia bisa sepuasnya meniup Dandelion seedball ini. Iya, Nadhifa hobby sekali meniup Dandelion seedball, entah di jalan, di taman, dimana saja kalau lihat ada Dandelion seedball pasti minta dipetik dan ditiup. Sudah dari sejak awal musim semi berniat untuk berburu si bunga kuning ini saat pertengahan musim semi, tapi ada saja hal yang membuat kami urung melakukannya (hujan, ada acara atau kegiatan lain, dll). Saat awal musim semi, Dandelion ini baru tumbuh daun-daun mudanya setelah musim dingin yang membeku di Korea, saya sempat berburu daun mudanya untuk diolah menjadi masakan. Iya, Dandelion memang termasuk tanaman herbal yang mulai dari akar, daun sampai bunganya edible alias bisa dikonsumsi dan menurut penelitian banyak mengandung zat-zat aktif yang baik untuk kesehatan tubuh.





Dandelion (taraxacum officinale) adalah tanaman liar yang banyak tumbuh di lahan-lahan terbuka yang cukup terkena cahaya matahari dan bersanding dengan rerumputan. Dandelion dalam bahasa Korea disebut Mindeulle (민들레), memiliki bunga berwarna kuning hingga agak oranye, daunnya berbentuk seperti gigi-gigi taring yang runcing dan nama Dandelion sendiri katanya berasal dari bahasa Perancis 'Dente de Lyon' (gigi singa) dikarenakan bentuk daunnya yang menyerupai jejeran taring seperti gigi singa.

Jika sudah menua, bunga dandelion akan berubah menjadi 'seed ball' atau 'blow ball' yang menyerupai bola dengan benang-benang halus yang mudah terbang tertiup angin. Seed ball atau blow ball ini yang disukai oleh Nadhifa karena dia bisa meniupnya lalu berterbanganlah benang-benang halus yang membawa biji dandelion. Biji-biji yang terbang tertiup angin itu kemudian pada akhirnya akan jatuh kembali ke tanah dan nanti akan tumbuh kembali menjadi tanaman Dandelion baru. Banyak juga orang yang tidak menyukai kehadiran Dandelion ini di halaman atau kebun mereka dan akan langsung membabatnya.

Saya sendiri baru tahu, jika tanaman Dandelion ini termasuk tanaman liar yang edible atau bisa dikonsumsi. Tidak tanggung-tanggung, ternyata mulai dari akarnya (akarnya seperti ada bagian berumbi kecil memanjang), daunnya, hingga bunganya semuanya bisa dimanfaatkan. Selain edible, Dandelion juga memiliki khasiat herbal (medicinal properties) baik akar, daun, maupun bunganya serta kaya nutrisi. Di antara khasiat yang informasinya diperoleh dari berbagai sumber adalah sebagai antioksidan, pereda penyakit pencernaan, detoksifikasi racun dalam tubuh, bersifat diuretik, membantu menurunkan tekanan darah dan kolesterol, menurunkan kadar gula darah, meningkatkan sistem imun tubuh, anti inflamasi, dan masih banyak lagi. Saat mencari bunga ini, hampir selalu kami 'bersaing' dengan lebah-lebah kecil yang hinggap pada bunga Dandelion untuk menghisap nektar bunga sebagai sumber madu. Iya, lebah madu memang sangat menyukai si kuning ini. Subhanallah Allah Yang Maha Menciptakan segala sesuatu.

Daun Dandelion muda biasanya dibuat salad baik mentah maupun direbus terlebih dahulu, rasanya agak pahit memang seperti daun pepaya tapi lebih 'mild', sebaiknya memetik daun Dandelion pada saat awal musim semi dimana daunnya baru saja tumbuh karena rasa pahitnya lebih mild dibanding saat sudah masuk musim panas. Bunganya bisa dibuat aneka olahan dari mulai Dandelion fritters (Dandelion goreng tepung), Dandelion jelly, Dandelion jam (selai Dandelion), Dandelion syrup, Dandelion lemonade, Dandelion tea, Dandelion sorbet, dll. Sedangkan akarnya menurut beberapa sumber bisa dijadikan minuman herbal. Saya sendiri baru pernah mengkonsumsi daun dan bunganya saja. Petiklah Dandelion yang berada di tempat yang tidak terpapar pestisida dan polusi. Petik daunnya pada saat awal musim semi dimana Dandelion baru saja tumbuh.








Hasil buruan Dandelion kami tidak terlalu banyak tapi alhamdulillah cukup untuk diolah menjadi sesuatu. Karena cuaca sudah mulai menghangat, rasanya saya ingin mencoba membuat sesuatu yang segar dari si kuning ini dan akhirnya pilihan jatuh ke Dandelion sorbet. Sorbet adalah semacam ice cream tetapi dibuat dengan tidak mengandung unsur dairy atau susu, biasanya dibuat dari sari buah/juice atau puree buah. Tadinya Nadhifa ingin Dandelionnya ada yang dibuat menjadi Dandelion fritters alias Dandelion goreng tepung karena dia pernah melihat di sebuah blog ada Dandelion fritters. Tapi hasil Dandelion-nya hanya cukup untuk membuat satu macam olahan saja. Resep Dandelion sorbet saya adaptasi dari blog ini. Thanks for sharing.







DANDELION SORBET

Bahan:
Bunga Dandelion (saya pakai sejumlah yang saya dapat, 3 jar)
Gula pasir 200 gram
Air 750 gram
Air jeruk lemon 3 sendok makan (saya pakai air jeruk sunkist karena itu yang sedang ada di rumah)
Nangka kalengan, dipotong kecil-kecil (optional, iseng saya masukkan, hehee...)

Cara membuat:
1. Setelah selesai memetik Dandelion, sebaiknya langsung diolah untuk mendapatkan kandungan yang masih fresh. Cuci bunga Dandelion di air mengalir, lalu buang bagian batang dan bagian daun kelopak bunga yang berwarna hijau. Ambil bagian mahkota bunga yang berwarna kuning saja.
2. campur air dan gula pasir. Masak di atas api hingga mendidih dan gula larut. Matikan api. Panas-panas langsung masukkan bunga Dandelion. Dan diamkan di dalam kulkas selama minimal 1 jam (saya diamkan selama sekitar 3 jam), ini bertujuan untuk mengeluarkan sari-sari dan mengekstrak zat-zat yang ada dalam bunga.
3. Saring syrup Dandelion. Masukkan ke dalam wadah dan tutup rapat. Simpan dalam freezer sampai setengah membeku (sudah beku tapi belum terlalu keras). Keluarkan, keruk-keruk dengan sendok. Lalu haluskan dengan blender. Masukkan nangka (atau buah lain bila pakai) atau biarkan tanpa diberi tambahan. Aduk rata. Masukkan kembali ke dalam wadah dan tutup rapat. Simpan kembali di dalam freezer hingga membeku.
4. Bila sudah membeku sekali/mengeras, saat akan disajikan bisa didiamkan dahulu di suhu ruang atau kulkas bawah (chiller) agar lebih mudah di-scoop.








Hasil syrup yang dihasilkan maupun sorbet menurut lidah saya sebenarnya tidak ada rasa yang terlalu mencolok atau khas, tetapi ada citarasa atau aroma samar seperti citarasa madu. Memang bunga Dandelion ini seringkali diolah menjadi teh, syrup, jelly, selai/jam, lemonade, sorbet, dll adalah untuk memperoleh khasiat dari zat-zat yang dikandungnya dengan rasa yang enak dan bersahabat. Sedangkan daun dan akarnya yang juga mempunyai khasiat herbal rasanya agak pahit.







"Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?" (QS. Al An'am: 95)