Tuesday, September 7, 2010

ES LODER/ES BUBUR JODO/ES BUBUR SUMSUM



Di Bogor disebut es loder, klo di Cilegon disebut es bubur jodo, ada juga yg bilang es bubur sumsum, atau malah es dawet walaupun berbeda dengan dawet ayu khas jawa. Yang pasti skarang sepertinya sudah jarang sekali yang jual. Dulu waktu masih sekolah, sering banget beli es ini klo ada yang lewat depan rumah, hihihiii...

Ini ta'jil berbuka kemarin, tadinya mau bikin es bubur mutiara aja. Eh ngobrol sama Teh Diah Raki ngomongin es ini, jadi aja pengen bikin, hehee... Kebetulan masih punya stok tepung hunkwe. Rasanya lumayan mirip lah, cuma sepertinya yang dijual di abang-abang itu racikan puding hunkwenya pakai kapur sirih dan lebih lembut. Aku kemarin bikinnya cuma tepung hunkwe, air dan sedikit pewarna hijau, jadinya lebih kenyal.

Es Loder/Es Bubur Jodo/Es Bubur Sumsum
by Ricke 'Bunda Nadhifa'

Bahan:
Puding hunkwe:
1 bungkus tepung hunkwe (100 gram)
700 ml air
2-3 tetes pewarna hijau

Bahan saus santan:
300 ml santan (aku bikin dari 200 ml santan kental instant dan 100 ml air)
1/4 sdt garam
1 lembar daun pandan, sobek-sobek
1 sdt tepung maizena, larutkan dengan 1 sdm air

Bahan saus gula merah:
100 gram gula merah
100 gram gula pasir
300 ml air
1 sdt maizena, larutkan dengan 1 sdm air

Bahan mutiara:
50 gram sagu mutiara

Bahan candil:
100 gram tepung ketan
15 gram tepung sagu
Sejumput garam (sedikiiit aja)
1 sdt air kapur sirih
100 ml air hangat

Pelengkap:
Es batu

Cara membuat:
1. Puding hunkwe: Larutkan tepung hunkwe dengan 200 ml air. Sisihkan. Campur 500 ml air dan pewarna hijau, masak sampai mendidih. Masukkan larutan hunkwe, aduk-aduk sampai mengental dan meletup-letup. Angkat, tuang ke wadah, biarkan dingin dan membeku.
2. Saus gula merah: Masak air, gula merah, gula pasir sampai mendidih dan gula larut. Masukkan larutan maizena, aduk rata hingga agak kental. Angkat. Dinginkan.
3. Saus santan: Masak santan, garam dan daun pandan dengan api kecil sambil diaduk-aduk sampai mendidih. Masukkan larutan maizena, aduk sampai agak mengental. Angkat. Dinginkan.
4. Mutiara: Didihkan air secukupnya sampai merendam sagu mutiara. Masukkan sagu mutiara. Masak hingga sagu mutiara bening dan matang sempurna. Tidak perlu sering diaduk-aduk, nanti jadi hancur. Apabila belum bening tapi air sudah habis, tambahkan air dan didihkan kembali.
5. Candil: Campur tepung ketan, tepung sagu dan air kapur sirih. Masukkan air hangat sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga kalis. Hentikan penambahan air bila adonan dirasa sudah cukup kalis dan bisa dipulung. Bentuk bola-bola sebesar kelereng. Didihkan air, masak candil ke dalam air mendidih hingga mengapung dan matang. Angkat, tiriskan. Masukkan dan rendam ke dalam saus gula merah agar warnanya mengkilat kecoklatan.

Penyajian:
Tata dalam mangkuk saji: Puding hunkwe hijau (sendoki jadi lembaran tipis-tipis), sagu mutiara, dan candil. Beri es batu secukupnya. Siram dengan saus santan dan saus gula merah.

Selamat mencoba! ^_^

6 comments:

Avilla Kitchen said...

aduh mbak, ini es favoritku waktu masih tinggal di Bogor, gak ada duanya deh rasanya, hehehe... anw, salam kenal, aku juga ikut milis NCC tapi masih ABEGEH, sekarang lagi rajin banget coba2 resep, di foto (biarpun masih amatiran fotonya) n posting di blog, mudah2an sih bisa sekalian jualan ^_^
btw, puding hunkwe bisa dicari di TBK gak ya? pengen banget bikin es ini, soalnya kangeeeeennnn banget :-(

Anonymous said...

Aslm, Bunda saya jadi ngefans sama Bunda. Coz postingannya sangat inspiratif dan buat saya ngiler pengen coba resepnya. Saya minta izin ya cobz resepnya tuk konsumsi pribadi aja. Saya sudah jadi member tapi ga tau gimana cara masuknya. hehe gaptek.com

Anonymous said...

Mantep bener nih...
coba bikin ah...
soalnya skarang udah ga ada yg jualan...

Natalia Inawati said...

Uenak nih, mungkin kalo di Bandung disebut sebagai bubur lemu yah?

Anonymous said...

Sekarang jarang yg jual es ini, harus ke dalem2 pasar nyari abang2 yg jual es ini, dulu tinggal di kebayoran kita sebut bubur ijo baru denger nama es loder :) terakhir ke Idn nemu yg jual mangkal di sebuah pasar dekat kota bunga ... thx Bunda, akan kucoba resepnya ...

Anonymous said...

Bunda aku coba ya resepnya :)

Post a Comment