Wednesday, November 10, 2010

LAPIS SURABAYA GREEN TEA



Pengennnn bangedh makan lapsur, tapi tadinya malessss bangedh mau bikinnya. Trus terang emang paling males bikin kue boros telur klo bukan buat pesanan (klo pesanan kan balik modal yah, xixixixixiiiiii...).
Tapiiiii... Akhirnya rasa malas itu terkalahkan juga oleh hasrat ingin gigit lapsur, kekekekekekkkkk...
Setelah Nadhifa bobo siang, langsung deh 'tancap gas' demi si lapsur ini, padahal dapur baru aja diberesin jadinya agak berantakan lagi deh! :(

Nah, pas mau ngambil maizena, eh lihat toples kecil berisikan matcha powder alias bubuk green tea. Langsung deh, trink! Lapsur Green Tea!
Pernah lihat di blognya Mba Rachmah lapsur green tea, tapi yang ada resep lapsur biasa. Ya sudah, sekalian nyobain resep lapsurnya Mba Rachmah yang pake mentega dicairkan, biasanya aku klo bikin pakai resep lapsur yang menteganya dikocok (pakai resep Bu Fatmah NCC).
Hasilnya, yang resep ini cakenya lebih ringan dan spongy. Sedangkan yang pakai menteganya dikocok hasilnya lebih padat tapi lembut. Tapi dua-duanya enak kok. Hiyyyaaaa... Masa udah pake telur dan mentega seabreg ga enak siihhhhh... Hweheheheeee.... :p

Atas nama kemanusiaan yang adil dan beradab (Pancasila kaleee...) aku bikin 1/3 resep ajah. Pake 3 buah loyang brownies ukuran standar. Teuteup masih gak rela mengocok 30 biji kuning telur hanya untuk dimakan sendiri, heuheuheuuuu.... Resep asli punya Mba Rachmah, hanya lapisan kedua aku tambahkan 2 sdt bubuk green tea yang dilarutkan dengan sedikit air. Hmmmmm...enakkkkkk... aroma butter dan green tea berpadu, kerennnn deh! *narsisdotcom
Trus rasa green teanya memberi sensasi tersendiri, ada rasa teh sepet-sepet gimana gituh. Pokoknya enak banget deh! Kunikmati sore ini bersama secangkir teh pahit hangat. Duduk menunggu suami tercinta pulang kantor di teras rumah bersama Nadhifa yg dengan gembulnya melahap 2 potong lapsur dalam sekejap saja, kekekekekkkkkk....

Klo Mba Rachmah pake metode yang adonan telur, emulsifier dan tepung-tepungan dikocok jadi satu sampai kental dan berjejak. Aku pakai metode sponge cake biasa yang telur, gula dan emulsifier dikocok sampai putih dan kental, baru dimasukkan tepung-tepungan. Silahkan dipilih aja mau pakai cara yang mana, yang penting kuenya jadi dan gak bantat, heheheee...
Resep asli lihat disini.

Lapis Surabaya (1 resep)
Recipe by Rachmah Setyawati, modified by Ricke

Bahan:
30 butir kuning telur
6 butir putih telur
300 gr gula pasir
20 gr emulsifier
160 gr tepung terigu protein sedang (segitiga biru)
30 gr susu bubuk full cream
25 gr tepung maizena
300 gr mentega, cairkan
1 sdm coklat pasta / 20gr coklat bubuk (aku pakai green tea bubuk/matcha powder dilarutkan dengan sedikit air)
Vanilla essence
250 gr selai nanas (aku pakai selai strawberry)

Cara membuat:
1. Panaskan oven 160'C. Siapkan 3 buah loyang persegi ukuran 24x24x4 cm olesi mentega dan alasi dengan kertas roti. Sisihkan.

2. Campur dan ayak terigu, maizena dan susu bubuk. Sisihkan.

3. Kocok telur, gula dan emulsifier hingga mengembang, putih dan kental sekali dengan mixer kecepatan tinggi. Masukkan essence vanilla. Kocok rata sebentar.

4. Masukkan campuran terigu sedikit demi sedikit sambil dikocok dengan mixer kecepatan paling rendah sampai rata.

5. Masukkan mentega cair, aduk rata dengan spatula. Pastikan seluruh mentega sudah tercampur rata, jangan ada yang mengendap. Bagi adonan 3 bagian, beri satu bagian adonan dgn pasta coklat (aku dicampur larutan green tea bubuk). Tuang ke dalam loyang dan panggang selama 25-30 menit / hingga matang dan permukaannya kecoklatan.

6. Jika sudah matang, angkat, segera balik kue dari loyang, dinginkan.

5. Setelah dingin, perciki setiap lapisan cake dengan simple sirup (aku gak pakai), kemudian olesi dengan selai dan tumpuk ketiga lapisan cake. Tekan sedikit agar menempel. Rapikan pinggiran cake agar terlihat cantik.

Note:
- Pada dasarnya bisa menggunakan resep lapsur yang mana aja, tinggal dikasih green tea bubuk aja pada 1/3 bagian adonan. Resep lapsur yang menteganya dikocok bisa dilihat di website NCC disini.
- Kuncinya ada di kualitas mentega/butter yang kita pakai, jadi semakin enak butternya, semakin enak juga hasilnya. Tapi klo baru mau uji coba bisa pakai margarin aja dulu, biar gak nangis guling-guling klo cakenya gagal, kekekekekkkkk... :D
- Aku bikin sepertiga resep di atas (tinggal bagi tiga aja), dipanggang menggunakan 3 buah loyang brownies ukuran standar.

3 comments:

Anonymous said...

hhhmmm.....jadi ngiler, pengen nyoba tapi punya loyang cuma satu sand ovennya mini,...kira2 bisa di panggang satu persatu ga ya mba ricke. nita

Anonymous said...

mbak mo tanya nih, pake mixer apa buat ngocok telur yg banyak ato 30 kuning telur?aku pake signora grande, mksud ati biar g capek megangin he heee.. trus mbak klo bkin bolgul ato sponge cake, semua bahan kecuali margarin dimixer jd satu ato pake teknik sponge cake dulu?mohon bagi ilmunya y mbak :)

Anonymous said...

Makasih Mba resepnya
Mao nanya ya, kadang2 hasil kue saya butternya mengendap di bawah kue, jadi bagian atas kue itu fluffy dan enak, tapi bagian bawah itu padat kaya puding. Kira-kira kesalahannya apa ya?
Apa saya mengocok adonan kuning telurnya kurang lama?
Apa lelehan menteganya masih agak hangat
Apa cara saya mengaduk lelehan mentega tidak benar?
Terima kasih ya

Kevin

Post a Comment