Tuesday, January 15, 2013

ONTBIJTKOEK (MY ENTRY FOR LBT 2nd ANNIVERSARY)



Pertama, tak ada cake atau kue yang istimewa saya buat untuk ulang tahun LBt yang ke-2 ini. Hanya resep simple ini yang saya setorkan. Maafkan...
Tetapi, cake ini sangat disukai keluarga, Nadhifa suka sekali. Hangat-hangat sudah tidak sabar menunggu photo sesion si kue yang sibuk difoto oleh Bundanya :)
Setengah loyang cake ini pun habis oleh Nadhifa, siangnya dia makan sebelum akhirnya tertidur, kemudian sore hari ikut makan kue ini lagi bersama kami sambil ditemani teh hangat.

Ontbijtkoek (The Dutch Spice Breakfast Cake), yang artinya adalah kue yang dimakan untuk sarapan (ontbijt = breakfast/sarapan, koek = cake/kue). Cake tradisional khas Belanda/Holland yang sudah menjadi bagian dari salah satu kue tradisional Indonesia. Tak lepas dari pengaruh kolonialisme yang dulu masuk ke Indonesia. Namun di Indonesia, kue ini lebih sering dimakan sebagai teman minum teh di sore hari, ketimbang untuk sajian sarapan. Is it true? Ya terserah yang mau makannya, buat sarapan oke, buat ganjal perut sebelum makan siang (brunch) oke, buat teman minum teh di sore hari pun oke ;)

Ada berbagai versi resep, dari type buttercake, type muffin, sampai type spongecake. Yang menjadi cirikhas adalah penggunaan brown sugar (di Indonesia lebih familiar menggunakan palm sugar/gula aren bubuk/gula semut) dan bubuk rempah atau spice seperti kayu manis, pala, cengkeh, dsb. Di Indonesia lebih sering langsung menggunakan bumbu spekoek yang sudah merupakan campuran dari rempah-rempah tersebut.
Aslinya ontbijtkoek ini tidak menggunakan lemak apapun (margarin, butter, minyak), dan hasil cakenya cenderung kering. Oleh karena itu cake ini sering dinikmati dengan olesan butter ketika masih hangat. Atau dimakan dengan dicelup ke dalam teh/kopi hangat, seperti kebiasaan Ibu saya ketika menikmati ontbijtkoek.

Saya membuat ontbijtkoek ini sudah versi Indonesia, menggunakan metode spongecake dan juga tentu ada penggunaan margarin/butter dalam adonannya. Cakenya empuk dan lembut, tidak seret. Beraroma rempah dengan citarasa gula aren yang khas. Saya menggunakan resep dari bundel tabloid SAJI edisi 205 yang kebetulan saya punya di rumah.



ONTBIJTKOEK

Bahan:
5 butir telur
1 sdt cake emulsifier (optional)
100 gram gula aren bubuk/gula semut
50 gram gula pasir
100 gram tepung terigu protein sedang (all purpose flour)
25 gram maizena
20 gram susu bubuk
2 sdt bumbu spekoek (peres/rata)
75 gram margarin/butter, lelehkan
Almond slice/kenari untuk taburan

Cara membuat:
1. Kocok telur, gula aren bubuk, gula pasir dan cake emulsifier hingga mengembang, kental dan berjejak. Masukkan campuran tepung terigu, maizena, susu bubuk dan bumbu spekoek yang sudah diayak secara bertahap. Aduk rata.
2. Masukkan margarin/butter leleh. Aduk balik hingga merata.
3. Tuang ke loyang loaf ukuran 26x11x8 cm (saya pakai 2 buah loyang brownies ukuran 10x30x4 cm) yang sudah dialas kertas roti dan dioles margarin. Taburi almond/kenari.
4. Panggang dalam oven suhu 180'C hingga matang. Test sentuh dan test tusuk. Angkat dan segera keluarkan dari loyang. Dinginkan.

Note:
- Gula aren bubuk/gula semut bisa diganti dengan palm suiker/gula palem yang dijual di pasaran. Tapi sekedar info, palm suiker yang dijual di pasaran adalah gula campuran gula aren dan gula pasir, jadi tidak 100% gula aren. Sedangkan gula aren bubuk/gula semut 100% gula aren.
- Test sentuh permukaan cake ketika merasa cake sudah matang (selain test tusuk), jika permukaan disentuh sudah tidak kempes/lembek berarti cake sudah kokoh untuk dikeluarkan dari oven.
- Selain almond/kenari, bisa juga ditaburi wijen, kismis, chocolate chips, dsb.

Selamat mencoba :)


(Setelah selesai difoto, ada tangan mungil yang sudah tak sabar mencomot kuenya, hehee...)

(Numpang narsis ya, hihihiii... She loves ontbijtkoek)


Happy 2nd Anniversary LBT. Semoga bisa lebih maju ke depannya dan bisa terus menjadi wadah para pencinta baking yang ingin saling berbagi ilmu dan meningkatkan minat bakingnya. Aamiin...