Monday, September 30, 2013

CILOK (ACI DICOLOK)



Teman-teman di Korea banyak yang lagi pada terkena virus cilok, gara-gara beberapa waktu yang lalu saya upload foto cilok fresh from the steamer di Facebook, hihihiii... Waktu ada Muslimah Taklim Seoul bulanan yang bulan September ini diadakan di Anseong, saya pun menyuguhkan cilok ini sebagai salah satu hidangan untuk menjamu teman-teman yang datang ke Taklim, hehehe...
Cilok yang dibikin 3 minggu yang lalu sekitar minggu pertama September, tapi baru mejeng sekarang. Tiba-tiba saja pengen makan cilok. Bahan-bahan ada semua jadi langsung eksekusi.
Kata Abinya Nadhifa ini namanya K-Lok alias Korean Cilok, karena isinya pake odeng (korean fish cake) :D
Cilok bisa plain saja tanpa isi, atau mau diisi sesuai selera, bisa daging ayam cincang, lemak/gajih, telur rebus yang dipotong-potong, abon, tempe, omcom, suka-suka lah ya.

Bagi mungkin yang belum tau, cilok ini salah satu jajanan tradisional dari Jawa Barat yang terbuat dari aci (kanji/tapioka). Mengingatkan kita akan masa kecil karena suka sekali beli cilok ini. Yah masih saudara sama cireng dan cimol, hihiii... Biar gak dibilang cuma makan aci, jadi cilok ini bisa diberi isian juga sesuka hati ^^

Resep dulu banget sudah pernah saya posting di blog. Yang mau bikin silahkan ini resepnya ya...




CILOK
by Ricke Indriani

Bahan:
200 gram tepung sagu tani atau tapioka
200 gram terigu protein sedang
2 siung bawang putih, haluskan
1 sdt garam
1 sdt kaldu bubuk (optional)
1/4 sdt merica bubuk
1 sdt gula pasir
400 ml air (bila ingin lebih gurih bisa pakai air kaldu ayam)
2 batang daun bawang, iris halus

Isi sesuai selera, atau tanpa isi

Air di panci untuk merebus cilok

Cara membuat:
1. Campurkan tepung sagu tani/tapioka dan terigu. Tambahkan daun bawang. Aduk rata dan sisihkan.
2. Campurkan air, bawang putih halus, garam, kaldu bubuk, merica bubuk dan gula pasir. Masak hingga mendidih.
3. Panas-panas tuangkan air rebusan tadi bertahap ke dalam campuran tepung, sambil diaduk rata menggunakan sendok kayu (jangan pake tangan yaaa, ntar kepanasan, hihihiii...). Bila dirasa adonan sudah kalis dan bisa dipulung dan air masih bersisa, hentikan penambahan air.
4. Biarkan sampai agak hangat. Ambil sedikit adonan, beri isi dan bulatkan sebesar bakso. Lakukan hingga adonan habis.
5. Didihkan air yang banyak dalam panci, rebus cilok hingga mengambang dan biarkan sekitar 10-15 menit mengambang. Angkat. Kemudian kukus cilok hingga empuk dan matang.




Bumbu saus kacang:
100 gram kacang tanah, digoreng, dihaluskan
3 siung bawang putih utuh, goreng sebentar
5 buah cabai merah (atau sesuai selera)
2 lembar daun jeruk
Garam, merica bubuk dan gula pasir secukupnya (cicipi saja sesuai selera)
500 ml air
Perasan air jeruk nipis/lemon (bila suka)

Pelengkap: Saus sambal botolan dan kecap manis

Cara membuat:
Campur kacang tanah halus, bawang putih, cabai merah dan air. Blender hingga bumbu halus merata. Tambahkan daun jeruk dan masak di atas api sampai mendidih, mengental dan keluar minyaknya. Beri garam, merica bubuk dan gula pasir. Cicipi. Beri sedikit perasan air jeruk nipis/lemon. Angkat.

Sajikan cilok dengan bumbu saus kacang dan pelengkapnya. Nikmati cilok sambil dicolok :D

Selamat mencoba ^_^

Thursday, September 26, 2013

POTATO BUNS (POTATO BREAD)



Potato buns atau potato bread ini sudah lama saya buat dan ini bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya sudah pernah beberapa kali membuatnya saat masih di Indonesia tapi belum pernah sekalipun saya posting di blog. Pertama kali membuatnya karena masih punya stok kentang kukus yang tersisa dari pesanan kroket kentang lalu saat ke salah satu counter bakery di mall melihat roti kasur yang bertuliskan potato bread yang bagian atasnya ada vla vanilla yang disemprotkan secara 'cross', akhirnya terinspirasi membuatnya.

Saat pertama kali membuatnya, yang terbayang adalah roti yang lembut dan empuk karena penambahan kentang. Ternyata memang betul, rotinya empuk walau tanpa penambahan bread improver apalagi bread emulsifier. Paling suka kalau membuat potato bread ini dibuat versi roti kasur, lalu diberi topping vla vanilla di atasnya. Roti ini sebenarnya plain saja tanpa isian, tapi sudah enak dan mengenyangkan. Tapi saya juga suka membuatnya dengan memberi isian, isi selai sarikaya adalah favorit saya ^_^

Potato buns kali ini sebenarnya agak sedikit over baked, karena oven saya disini agak 'ajaib', hihihiii... jadi harus pintar mengutak-atik settingan oven. Biasanya saya panaskan dulu oven 200'C, lalu setelah adonan masuk dan terlihat mengembang permukaannya montok menul-menul (halah, bahasanya menul-menul) suhu saya turunkan ke 170'C. Karena barang elektonik disini watt-nya besar-besar jadi seperti oven ini cepat sekali panasnya, kalau memanggang tidak diperhatikan bisa-bisa gosong ditambah oven saya yang imut-imut, hehee... Begitu pula dengan AC ruangan, cepat sekali dinginnya. Nah, sewaktu memanggang roti ini, setelah adonan masuk lalu saya asyik mengerjakan yang lain. Sempat memandikan Dhifa segala, hasilnya lupaaaa kalau sedang memanggang roti. Begitu dilihat ke oven, rotinya sudah coklat banget, untung gak sampai gosong, hehehee... Alhamdulillah tapi rotinya tetap empuk dan enak, hanya warnanya saja jadi eksotis :D

Catatan, kadar air kentang yang kita gunakan bisa berbeda-beda. Oleh karena itu tambahkan cairan seperlunya saja dan hentikan penambahan jika dirasa adonan sudah pas lembutnya. Adonan awal memang akan sedikit lembek dan lengket karena penggunaan kentang, tapi setelah diuleni sampai kalis elastis nanti adonan akan licin. Taburi permukaan meja atau alas kerja dengan sedikit terigu agar memudahkan proses pengulenan. Sebaiknya kentang dihaluskan sampai benar-benar halus sekali agar tidak ada gerindilan kasar dalam adonan. Memanggang roti oven harus sudah benar-benar panas, kenali karakter oven masing-masing dan ketahui settingan suhu yang pas, namun pada umumnya memanggang roti menggunakan suhu kisaran 180'C-200'C.

Berikut ini resepnya ya...




POTATO BUNS
by Ricke Indriani

Bahan:
200 gr tepung terigu protein tinggi
100 gr tepung terigu protein sedang
6 gr ragi instan
65 gr gula pasir
10 gr susu bubuk full cream
1 sdt vanilla (optional)
2 kuning telur
100 gram kentang kukus, haluskan
125 ml air es (atau susu cair dingin)
1/2 sdt garam
35 gram mentega/margarine

Polesan:
Susu cair

Topping:
Vla vanilla siap pakai (jika tidak ada atau malas membuat, silahkan diskip)

Isi:
Sesuai selera

Cara membuat:
1. Campur terigu, ragi instant, gula pasir, dan susu bubuk. Aduk rata.
2. Masukkan vanilla, kuning telur dan kentang sambil diaduk rata. Tuangi air es (atau susu cair dingin) sedikit demi sedikit sambil diuleni sampai adonan kalis (tidak lengket). Hentikan penambahan cairan jika adonan sudah kalis.
3. Masukkan garam dan mentega/margarine. Uleni kembali sampai kalis dan elastis, permukaan adonan mulus.
4. Bulatkan adonan, tempatkan dalam wadah. Tutup dengan plastik wrap atau serbet lembab. Diamkan hingga mengembang 2x lipat volumenya. 45 menit hingga 1 jam tergantung kondisi ruangan.
5. Kempeskan adonan, uleni kembali sebentar agar mulus dan elastis kembali. Bagi adonan menjadi 16 bagian sama rata. Bulatkan adonan, diamkan 10 menit. Pipihkan dan isi dengan isian sesuai selera, atau bisa juga tanpa diisi. Bulatkan kembali adonan. Letakkan berjejer dalam loyang kotak berukuran 22x22x7 cm. Tutup dengan plastik wrap, diamkan kembali hingga mengembang, 30 menit.
6. Panaskan oven 180-200'C (oven harus sudah panas saat adonan masuk). Oles permukaan adonan dengan susu cair dan semprotkan vla vanilla di atasnya. Panggang dalam oven selama 15 menit hingga matang dan permukaannya kecoklatan. Keluarkan dari oven dan panas-panas oles permukaannya dengan margarine.




Selamat mencoba ^_^

Thursday, September 19, 2013

KUE TALAM LABU KUNING



Kue talam labu kuning ini saya buat beberapa hari yang lalu, menjelang sore. Jadilah kue talam ini sebagai teman ngeteh sore hari, bersama segelas teh hangat tawar di tengah cuaca yang sudah mulai berangin dingin. Alhamdulillah nikmat ^_^

Punya labu kuning perasaan sudah lama, beli karena lagi murah di sebuah supermarket dekat rumah. Trus ditaruh saja di pojokan dan terlupakan, hihihihhh... Setelah dieksekusi jadi kue talam ini alhamdulillah laris manis deh di rumah. Semuanya suka. Nadhifa pulang sekolah langsung melahap 3 biji, hehee...

Kue talam ini bermacam-macam. Biasanya terdiri minimal 2 lapis atau ada juga yang tiga lapis. Lapisan atas umumnya berwarna putih dengan rasa gurih santan atau ada juga yang berwarna coklat karena memakai gula merah. Di Indonesia lebih terkenal yang dibuat di cetakan mangkuk kecil-kecil ini (cetakan cucing), sedangkan di Malaysia kue talamnya dibuat di loyang dan dipotong-potong sebelum disajikan. Yang ini jenis talam manis, ada juga talam gurih seperti talam ebi.

Kue talam manis ada yang menggunakan umbi-umbian (ubi, talas, kentang, labu kuning, singkong, dsb) dan ada juga yang tanpa umbi. Bila membuat talam yang tanpa umbi biasanya saya menggunakan campuran tepung beras dan tepung sagu. Tepung beras untuk membuat kue menjadi lembut dan tepung sagu untuk efek agak kenyal.
Tapi untuk kue talam yang menggunakan umbi saya hanya menggunakan tepung sagu atau tapioka saja, karena umbi yang ditambahkan ke adonan sudah membuat kue menjadi lembut. Kemarin saat membuat saya sedang tidak punya tapioka, jadi saya subtitusi dengan tepung pati kentang/aci kentang (potato starch powder). Hasilnya hampir sama, hanya saja menurut saya lebih pas kenyalnya jika pakai tepung sagu/tapioka.
Kue talam ini biasanya menjadi salah satu jenis kue yang suka dipesan untuk isi snackbox. Di Indonesia biasanya jika membuat yang memakai umbi, saya pakai ubi kuning. Ini resep yang saya pakai ya... Saya kemarin hanya bikin setengah resep di bawah ini ya, karena yang makan cuma bertiga saja :)





Kue Talam Labu Kuning
by Ricke Indriani

Lapisan Kuning (Bawah):
500 gram labu kuning, dikukus
300 ml santan sedang, matang (lebihkan sedikit saat membuat santan mentah, setelah matang ditakar menjadi 300 ml)
1/2 sdt garam
150 gram tepung sagu/tapioka
175 gram gula pasir (silahkan ditambah jika suka lebih manis)
1/2 sdt vanili bubuk

Lapisan Putih (Atas):
400 ml santan kental matang
1/2 sdt garam
60 gram tepung beras
40 gram tepung sagu/tapioka
2 sdm gula pasir
1/4 sdt vanili bubuk






Cara membuat:
1. Panaskan dandang kukusan/klakat. Jika memakai dandang biasa, lapisi tutupnya dengan serbet bersih.
2. Lapisan bawah (kuning): Blender labu kuning dan setengah bagian santan sampai benar-benar halus. Tuang ke dalam wadah/baskom. Masukkan tepung sagu/tapioka, garam, gula pasir dan vanili bubuk. Aduk rata dengan hand whisk. Masukkan sisa santan sambil diaduk rata hingga adonan licin. Tuang ke dalam cetakan yang sudah diolesi sedikit minyak goreng. Isi sampai 2/3 tinggi cetakan. Kukus 10 menit.
2. Lapisan atas (putih): Campur dan aduk rata semua bahan. Tuang ke atas lapisan bawah (kuning) tadi. Kukus kembali 10 menit atau hingga lapisan atas 'set' (memadat). Angkat. Biarkan sampai agak hangat dalam cetakan lalu keluarkan.

Note: Kadar air dalam labu kuning yang digunakan bisa berbeda-beda. Kebetulan saya menggunakan labu kuning yang kadar airnya sudah cukup banyak dan lembek setelah dikukus (labu kuning yang kecil, kulit luarnya hijau). Tapi ada juga jenis labu kuning yang kadar airnya lebih sedikit dan setelah dikukus bertekstur legit. Jumlah santan pada lapisan kuning bisa disesuaikan, adonan akhir cukup kentalnya, tidak terlalu encer dan juga tidak terlalu berat.

Selamat mencoba :)

Wednesday, September 18, 2013

BRONKETEM, BOLU GULUNG PANDAN KEJU, KUE LUMPUR KENTANG DAN PUDDING MOSAIC FOR MBA ANGGI

Pesanan ini dipesan oleh Mba Anggi untuk acara farewell-nya karena Mba Anggi dan keluarga mau back for good ke Indonesia dan selanjutnya in sya Allah akan lanjut ke Australia. Semoga dimudahkan segala urusannya dan sukses di tempat yang baru ya untuk Mba Anggi dan keluarga. Aamiin... Kebetulan saya dan keluarga juga diundang ke rumah Mba Anggi di Incheon jadi kuenya sekalian saya bawa.





Terima kasih sudah memesan ya Mba and see you again someday in sya Allah ^_^

Thursday, September 5, 2013

HOMEMADE BURGER BUNS WITH HOMEMADE FRIED FISH PATTY




Alhamdulillah, akhirnya semangat untuk menulis perlahan muncul kembali, setelah sempat vakum menulis di blog karena berbagai alasan. Semoga semangatnya gak menghilang lagi ke depannya, walaupun wajar ya sesuatu itu terkadang timbul dan tenggelam (mencari pembenaran, hihihii...).

Okay, ini adalah burger ikan yang saya buat beberapa hari yang lalu. Baik burger bun (roti burger) dan patty-nya semua saya buat sendiri alias homemade. Bikinnya tanpa rencana, setelah Dhifa berangkat sekolah kok tiba-tiba kepikiran Nadhifa yang sudah beberapa kali minta dibikinkan burger, bukan minta dibelikan ya. Alhamdulillah Nadhifa sudah mengerti bahwa di Korea ini kita tidak bisa sembarangan beli makanan di luar, termasuk burger ini. Jadi saat melihat gambar burger di restoran fast food dia malah minta dibikinkan sama Bundanya, bukan minta beli. Tapi ya begitulah, Bundanya yang kadang belum semangat membuatnya, malah lebih ingin bikin kue yang lain saja, hehee... Maafkan Bunda ya sayang ^_^
Nadhifa memang suka makan burger walaupun tetap gak sering makan burger, dalam setahun mungkin bisa dhitung jari saja karena juga di Indonesia jarang sekali mampir ke restoran fast food kecuali kepepet jika sedang diluar rumah.

Setelah lihat isi kulkas, di freezer hanya ada ikan tenggiri, ikan salmon dan udang. Itupun jumlah masing-masing cuma sedikit karena sudah terpakai sebelumnya. Sedang tidak punya daging sapi maupun ayam, tadinya mau bikin burger tempe atau tahu tapi ternyata sedang tidak ada juga. Ketauan deh belum belanja :D . Ya sudah akhirnya tetap dieksekusi juga pakai bahan-bahan yang ada, digabungkan semuanya. Jadi deh fish patty dan enak lho, hehee... Mumpung lagi sudah ada niat dan semangat untuk memenuhi permintaan anak, jadi jangan ditunda-tunda langsung eksekusi ;)

Saya memakai wijen sangrai untuk taburan, karena hanya punya itu (di Korea banyak dijual wijen siap pakai yang sudah disangrai, biasanya untuk dicampurkan atau taburan masakan). Jadi warnanya agak kecoklatan hasil setelah roti dipanggang, lebih bagus pakai wijen mentah jadi warna wijennya putih kekuningan setelah roti matang, lebih cantik. Seladanya saya memakai selada bokor karena teksturnya lebih renyah, tapi jika mau menggunakan selada keriting juga oke saja, yang penting enak ya :)

Okay, here's the recipe...




BURGER BUNS (ROTI BURGER)
by Ricke Indriani

200 gram terigu protein tinggi
50 gram terigu protein sedang
25 gram gula pasir
6 gram ragi instant
2 kuning telur
125-150 ml air es/susu cair dingin (sesuaikan jumlah air dengan kondisi tepung)
1/2 sdt garam
30 gram butter/margarin

Olesan:
1 putih telur (dari sisa adonan), kocok lepas
1 sdm susu cair
Aduk rata
Wijen untuk taburan




Cara membuat buns/roti:
1. Campur terigu, gula pasir dan ragi instant. Aduk rata.
2. Masukkan kuning telur dan air/susu cair bertahap sedikit demi sedikit sambil diuleni. Hentikan penambahan air jika dirasa adonan sudah cukup (tidak kering dan tidak juga lembek). Uleni hingga kalis.
3. Masukkan garam dan butter/margarin. Uleni kembali hingga tercampur rata. Pindahkan ke alas kerja/meja bersih yang sudah ditaburi sedikit terigu. Uleni adonan hingga kalis elastis dan adonan sudah licin/mulus.
4. Bulatkan adonan. tempatkan dalam wadah dan tutup dengan plastik wrap atau serbet lembab. Diamkan hingga volumenya mengembang 2x lipatnya (45-60 menit) tergantung kondisi ruangan.
5. Kempeskan adonan, uleni kembali sebentar hingga licin kembali. Bagi menjadi 8 bagian yang sama beratnya. Saya membuat roti burgernya tidak terlalu besar ukurannya, karena biar pas untuk sekali makan Nadhifa dan buat porsi saya juga pas, hehee... Jika mau lebih besar bisa dibagi menjadi 6 bagian.
6. Bulatkan masing-masing adonan, kemudian pipihkan. Tata di loyang yang sudah dioles mentega. Diamkan kembali hingga mengembang (30-45 menit). Poles dengan bahan polesan, taburi wijen.
7. Panggang dalam oven yang telah dipanaskan dengan suhu 190-200'C selama 15 menit hingga matang kecoklatan permukaannya. Angkat dan dinginkan.



FRIED FISH PATTY
by Ricke Indriani

200 gram filet ikan tenggiri/kakap/salmon (kemarin saya pakai tenggiri dan salmon)
100 gram udang kupas
1 siung bawang putih, haluskan
3/4 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdt gula pasir
1 butir telur
2 sdm tepung roti/panir halus
1/2 sdm tepung sagu/tapioka
1 batang daun bawang, iris halus

Pelapis:
Tepung maizena
1 buah putih telur, kocok lepas
Tepung roti/panir kasar

Minyak untuk menggoreng deep fry.

Cara membuat:
1. Haluskan ikan dan udang. Masukkan bawang putih, garam, merica bubuk, gula pasir dan telur. Aduk rata.
2. Masukkan tepung roti/panir dan tepungs sagu/tapioka, aduk rata. Masukkan daun bawang, aduk rata.
3. Bagi menjadi 8 bagian (atau sesuai jumlah rotinya). Bentuk bulat dan pipihkan sesuai diameter roti.
4. Gulingkan ke tepung maizena. Celup ke putih telur. Balut dengan tepung panir. Lakukan sampai semua adonan habis.
5. Masukkan ke freezer 30 menit agar panir lebih merekat dengan baik.
6. Goreng dalam minyak panas dengan api kecil sedang agar matang sempurna. Angkat dan tiriskan.

Pelengkap:
Mayonaise
Saus tomat dan saus sambal
Selada/lettuce
Timun
Tomat
Keju lembaran (saya tidak pakai)



Penyelesaian:
Belah dua roti, bisa langsung diberi isi. Atau setelah dibelah dua dipanggang dulu sebentar sisi bagian dalam roti di atas wajan datar yang diberi sedikit butter sampai kecoklatan dan agak crispy.
Tata bahan isi.




Alhamdulillah, Nadhifa senang sekali saat pulang sekolah (dijemput Abinya) sampai rumah lihat roti burger. Langsung setelah cuci tangan minta dibikinkan (diberi isi). Saat itu juga langsung duduk dan menikmati burgernya sampai habis. Enak katanya ^_^
Abi juga bawa ke lab kampus dan berbagi dengan temannya. Mereka sampai tidak percaya kalau dari roti sampai patty-nya semua homemade. Enak banget kata mereka. Terbayar deh capeknya nguprek di dapur :)

Selamat mencoba ya ^_^

Wednesday, September 4, 2013

ANEKA KUE KERING LEBARAN 1434 H

Tahun ini, tahun pertama merasakan Ramadhan dan Idul Fitri jauh dari tanah air. Sungguh ada rasa yang berbeda di dalam dada, ketika tak ada adzan berkumandang dari Masjid tapi hanya berkumandang dari aplikasi adzan di telepon selular saja, ketika tidak ada takbir berkumandang saat malam Idul Fitri tiba. In sya Allah itu semua tidak akan memudarkan iman di dalam dada kami, semoga Islam terus bersinar di bumi Korea ini dan memberikan lebih banyak lagi hidayah untuk mahluk-Nya. Aamiin.

Sebenarnya saya tidak membuka orderan kue kering disini dengan berbagai alasan. Di antaranya hanya punya oven kecil yang saya merasa untuk memanggang satu resep saja berasa pinggang mau copot. Gak kebayang kalau harus bikin berkali-kali lipat resep kalau buka orderan atau pre order... Haayyyaahhh pede amat gitu kalau bakalan ada yang pesan, hihihiii.... ^^
Ini saya membuatkan untuk beberapa orang teman yang memang sudah memesan jauh-jauh hari sebelum Ramadhan, jadi janji harus dipegang dan alhamdulillah terpenuhi untuk dibuatkan. Sekalian saya juga bikin untuk di rumah sendiri, biar terhibur sedikit gitu ada kue Lebaran, padahal tetap saja homesick dan kangen dengan orang tua yang Lebaran tahun ini tidak kami kunjungi. Hiksss, sedih lagi deeehhh...

Saya membuat nastar, kaastengels, putri salju, sagu keju dan juga lidah kucing. Tapi yang lidah kucing hanya untuk dimakan sendiri, karena baru juga ditoplesin sudah dicemilin sama Nadhifa, heuheuheuuu... Terima kasih untuk Mba Shinta, Mba Dini, Mba Yuyun dan Mba Sarah yang sudah memesan di Ordinary Kitchen ya ^_^







Semoga berkah semuanya. Aamiin... ^_^

NASTAR FOR MBA SARAH

Nastar ini dipesan oleh Mba Sarah di Daejeon. Alhamdulillah Mba Sarah dan keluarga suka dan si kecil Fawaz pun suka makan nastar ini, hihiihi... Nastarnya kali ini bikin edisi nastar gulung, selainya ngintip kata Nadhifa, hehee...



Terima kasih pesanannya ya Mba ^_^

KLAPPERTAART DAN KAASTENGELS FOR BUNDA NABIL

Bunda Nabil, tetangga disini yang sedang hamil anak kedua memesan klappertaart dan kaastengels ini. Klappertaart untuk dimakan sendiri di rumah, kaastengelsnya sempat diicip-icip sama teman satu lab-nya dan laku katanya, hihiihii... Bunda Nabil bilang ini kaastengels paling enak yang pernah dia makan, renyah dan 'ngeju' sekali. Alhamdulillah dapat juga keju edam halal disini produk dari New Zealand, walaupun bukan dari jenis keju hard cheese seperti keju edam tua dari Belanda (sudah cari-cari tapi belum ketemu sampai sekarang keju edam Belanda). Tapi setelah dibikin kaastengels jadinya tetap enak.



terima kasih pesanannya ya Mba ^_^

KUE LUMPUR LABU KUNING FOR PESANTREN RAMADHAN KMI


Kue lumpur labu kuning yang foto di atas ini adalah kue lumpur yang saya bawa ke Mushalla Nurul Hidayah untuk ikut memberi tambahan takjil berbuka bersama di Mushalla Ramadhan yang lalu. Ingin membawa sesuatu dan teringat labu kuning yang masih ada belum dieksekusi, akhirnya saya buat kue lumpur labu kuning ini. Resepnya saya gunakan resep yang sama seperti kue lumpur kentang yang sebelumnya pernah saya posting di blog ini. Hanya saja saya ganti kentang dengan labu kuning dan menggunakan susu cair bukan santan karena sedang tidak punya stok santan di rumah. Jumlah cairannya saya kurangi karena labu kuning yang saya pakai yang jenis kecil (kulitnya berwarna hijau), bila sudah dikukus hasilnya lebih basah dan lembek daripada kentang atau labu kuning yang jenis besar yang legit.
Ternyata saat akan pulang, pengurus Mushalla kemudian memesan kue lumpur ini untuk acara Pesantren Ramadhan KMI (Komunitas Muslim Indonesia) Korea Selatan yang diadakan di Anseong. Pesan sekitar 60 biji. Subhanallah, saya memberi kue lumpur sekitar 25 biji malah berbuah order sebanyak 2x lipatnya lebih. Rejeki dari Allah yang nyata di bulan-Nya yang mulia :)



Kue lumpurnya saya bikin 2 macam dari adonan yang sama, setengah bagian saya beri pasta pandan jadi berwarna hijau ^_^

BRONKETEM FOR MBA DIAN DAN MBA LAELA

Ini bronketem alias brownies kukus ketan item yang dipesan oleh Mba Dian (bersama bolu gulung pandan keju) dan Mba Laela. Kebetulan sekalian bertemu di taklim Muslimah bulanan di Seoul. Alhamdulillah bronketem ini salah satu kue yang sering dipesan dari dapur Ordinary Kitchen. Dapat kabar dari Mba Laela juga katanya krucils-nya suka sekali dengan bronketem-nya. Alhamdulillah ^_^



Terima kasih pesanannya ya Mba-Mba cantik... ^_^

BOLU GULUNG PANDAN KEJU FOR MBA DIAN

Bolu gulung pandan keju ini dipesan oleh Mba Dian di Seoul dengan satu loyang brownies kukus ketan item juga (bronketem). Alhamdulillah Mba Dian berkenan sekali dengan kue-kue yang dipesan. Mba Dian bilang rasanya pro sekali ^_^




Terima kasih pesanannya ya ^_^

RED VELVET CAKE FOR MBA WIDHI

Red velvet cake ini juga pesanan Mba Widhi bersama tiramisu birthday cake pada postingan sebelumnya. Pesannya ukuran kecil saja karena untuk dinikmati sendiri saja. Alhamdulillah Mba Widhi suka dengan cream cheese frostingnya, katanya pas tidak terlalu manis ^_^



Terima kasih ya Mba Widhi atas pesanannya dan sudah beberapa kali memesan di dapur Ordinary Kitchen. Salam kangen dari Nadhifa untuk tante Widhi tersayang ^_^

TIRAMISU BIRTHDAY CAKE FOR MBA WIDHI

Salah satu saudari Muslimah di Seoul, Mba Widhi bulan Ramadhan yang lalu juga berulang tahun. Sudah pesan dari jauh-jauh hari sebelumnya. Mungkin sejak dua bulan sebelumnya kali ya Mba Widhi? Hihihiiii... Alhamdulillah bisa dibuatkan juga. Sempat galau mau pesan cake apa, akhirnya pilihan jatuh pada tiramisu cake ukuran standar dan red velvet cake ukuran kecil.

Karena Mba Widhi mau mengambil sendiri cakenya ke rumah saya di Anseong, jadi sekalian saja mengundang untuk buka puasa bersama di rumah saya bareng keluarga Bunda Nabil juga. Alhamdulillah rame walaupun umpel-umpelan karena rumah sempit, hehee... ^^
Yang senang sekali Mba Widhi main ke rumah ya Nadhifa, karena sudah klik sekali dengan tante Widhi jadi ditunggu-tunggu deh pas mau datang ^_^



Happy birthday ya Mba Widhi, barakallahu fi umrik. Semoga diijabah segala doa-doa dan harapannya. Aamiin ^_^

Tuesday, September 3, 2013

SIOMAY BANDUNG, BAKSO SAPI DAN CAKE PANDAN MARMER FOR MBA ZANTIA

Kebetulan Mba Zantia, teman Indonesia yang tinggal di Pyeongtaek (kota tetangga paling yang berbatasan langsung dengan Anseong) mau main ke rumah Bunda Nabil, lalu sekalian pesan siomay bandung, bakso sapi frozen dan cake pandan marmer. Ternyata saat hari kedatangan Mba Zantia itu pas dengan hari ulang tahunnya, hihihiii... Alhamdulillah jadi ulang tahunnya bisa makan makanan kesukaan ya Mba ^_^



Terima kasih sudah order ya Mba Zanti ^_^